Usul Jusuf Kalla soal Sekolah Dibuka saat New Normal: 20 Orang per Kelas dengan Pembagian Shift

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) memberikan saran mengenai wacana sekolah dibuka kembali saat new normal.

Istimewa via Tribunnews.com
Jusuf Kalla 

TRIBUNPALU.COM - Wacana kembali dibukanya kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah saat new normal tengah dibahas oleh kementerian terkait.

Hal ini dikatakan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.

Muhadjir mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar tidak terburu-buru menentukan aturan new normal yang akan diterapkan di sekolah.

Ia menambahkan, pemerintah masih membahas aturan tatanan normal baru yang nantinya diterapkan kepada para siswa.

Aturan new normal akan mengedepankan protokol kesehatan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona sehingga siswa bisa belajar dan terhindar dari Covid-19.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) menyarankan, masing-masing siswa dibatasi setiap kelas hanya 20 orang dengan menggunakan sistem shift.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla, Ketua ICMI Pusat Prof Jimly Asshiddiqie, dan Wakil Ketua DMI Syafruddin memantau penyemprotan cairan desinfektan yang dilakukan oleh relawan PMI bersama anggota Marinir TNI di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2020).
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla sarankan tiap kelas dibatasi 20 orang dengan pembagian shift (Tim Media Jusuf Kalla)

Apabila PSBB Dicabut, Jusuf Kalla Sebut Tempat Ibadah Harus Pertama Dibuka daripada Mall atau Pasar

Banyak yang Melanggar PSBB, Jusuf Kalla Sebut Pemerintah Perlu Beri Sanksi Agar Masyarakat Patuh

Jusuf Kalla Tanggapi Pernyataan Joko Widodo yang Minta Masyarakat Berdamai dengan Covid-19

Ekonomi Terdampak Wabah Covid-19, Jusuf Kalla: Pemerintah Harus Siap dengan Risiko tiap Pilihan

Hal itu disampaikan dalam video yang diunggah di kanal YouTube tvOneNews, Kamis (4/6/2020).

Jusuf Kalla menyebut, penerapan new normal di sekolah masih harus dibahas lebih lanjut terkait aturannya. 

"Kalau sekolah kan pertama permanen, walaupun tentu ada masalah baru yang harus diselesaikan dulu," kata Jusuf Kalla.

Kalla mengatakan, jumlah siswa yang dibatasi setiap kelas juga tetap harus memperhatikan jaga jarak.

Halaman
1234
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved