Virus Corona
Rekor Kasus Tertinggi DKI Jakarta, Anies Baswedan Ungkap Datanya: Angka yang Benar 194 Kasus
Akui jadi rekor tertinggi kenaikan kasus Covid-19 di DKI Jakarta, Anies Baswedan beberkan sumber data 234 kasus baru tersebut: yang benar 194 kasus.
Meski demikian, menurut Anies Baswedan angka tertinggi itu bukan berarti DKI Jakarta mengalami lonjakan kasus.
"Tetapi, saya perlu sampaikan angka tertinggi hari ini bukan berarti selama 3 hari ini ada lonjakan, lonjakan kasus seperti yang dibayangkan," kata Anies Baswedan.
Ia mengungkapkan sumber data yang meliputi 234 kasus baru tersebut, yakni 40 kasus konfirmasi positif itu adalah data rapel dari rumah sakit.
"234 kasus ini Bang Karni, 40 rapelan di rumah sakit. Sesungguhnya angka yang benar itu 194 karena 40 itu rapel dari rumah sakit," ungkapnya.
"194 dari mana? 113 dari pasien, 110 kegiatan tracing kegiatan Puskesmas," papar Anies Baswedan.
• Anies Baswedan Kembali Perpanjang PSBB di DKI Jakarta, Bulan Juni Jadi Masa Transisi
Anies Baswedan menjelaskan, selama masa transisi Pemprov DKI Jakarta melakukan penelusuran lewat Puskesmas.
"Di masa transisi ini, kita melakukan tracing oleh Puskesmas, bahkan dibuatkan khusus perintah untuk melakukan testing PCR, bukan rapid test ya," bebernya.
"Jadi, Puskesmas kita melakukan active car finding diberi tambahan kuota oleh Dinkes sehingga bisa melakukan kontak tracing follow up pengobatan," jelas Anies Baswedan.
Ia juga menyebut jika kegiatan Puskesmas ini sangat efektif dilakukan untuk melakukan tracing.
"Puskesmas ini perannya sangat besar, kegiatan di sini itu sangat pro aktif. Jadi dari kasus 194 kasus yang ditemukan hari ini 110 itu adalah hasil temuan karena pro aktif mencari," kata Anies Baswedan.
"Biasanya kalau kita fdengar temuan kasus pasien diperiksa, kalau ini gencar mencari. Efeknya 44 persen dari kasus yang kita temukan kasus yang tanpa gelaja," ungkapnya.
"Kita tidak bisa mengatakan bahwa hanya yang bergejala, yang tidak bergejala itu 44 persen," kata Anies Baswedan.

• Sentil Pemerintah, Anies Sebut Harus Konsisten dalam Ambil Kebijakan: Jangan Dimuncul-munculkan
Sama halnya keterangan Anies Baswedan, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati juga menjelaskan sumber data kenaikan signifikan di DKI Jakarta tersebut.
Dikutip dari Kompas.com, Ani Ruspitawati mengatakan, tingginya tambahan kasus positif Covid-19 disebabkan uji spesimen yang tertunda di beberapa laboratorium swasta.
"Penambahan jumlah kasus positif ini karena adanya pending sampel dari beberapa laboratorium swasta. Diketahui bahwa Sabtu-Minggu itu libur sehingga pengerjaan spesimen baru dikerjakan pada Senin, sehingga hasil tes meningkat dengan pesat karena pelaporannya baru disampaikan pada hari Selasa," ujar Ani, kemarin.