Beda Kebijakan dengan Jakarta, Bogor Masih Larang Ojol Bawa Penumpang

Meskipun ada pelonggaran dalam pengawasan, tetapi aturan yang sebelumnya sudah diterapkan selama PSBB masih tetap berlaku.

Editor: Bobby Wiratama
Youtube Grab
Ilustrasi pengemudi grab 

TRIBUNPALU.COM - Berbeda dengan wilayah DKI Jakarta, Kota Bogor masih tetap melarang ojek pangkalan maupun ojek online (ojol) untuk mengangkut penumpang di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. 

Meskipun ada pelonggaran dalam pengawasan, tetapi aturan yang sebelumnya sudah diterapkan selama PSBB masih tetap berlaku. 

Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, untuk masa PSBB transisi ini aturan masih sama seperti PSBB yang sebelumnya sudah diterapkan. 

"Ojol belum boleh membawa penumpang, aturannya masih tetap sama seperti PSBB," kata dia, Rabu (10/6/2020). 

Tak Lagi Butuh SIKM, Warga Jabodetabek Cukup Bawa e-KTP untuk Keluar Masuk DKI Jakarta

Larangan Mudik Berakhir pada 7 Juni 2020, Warga Sudah Bisa ke Luar Kota?

Untuk pelayanan Ojol masih tetap seperti sebelumnya, yakni hanya diperbolehkan untuk mengantarkan makanan atau pun barang saja. Sementara untuk membawa penumpang masih belum diperbolehkan. 

"Untuk pengendara yang diperbolehkan berboncengan itu yang satu alamat, kalau ojol belum boleh mengangkut penumpang," lanjut Dedie.

Selain itu, untuk aturan PSBB lainnya seperti menggunakan masker juga masih wajib dipatuhi oleh setiap warga. Meskipun pelonggaran pengawasan dilakukan, bukan berarti masyarakat bisa beraktivitas dengan mengabaikan protokol kesehatan Covid-19. 

"Dengan adanya penambahan 16 kasus positif Covid-19 hari ini menambah keyakinan kami bahwa penerapan protokol kesehatan menjadi kunci mencegah risiko penularan virus," tuturnya. 

Dedie menambahkan, sebelumnya index reproduksi virus di Kota Bogor sudah di angka 0,5 point. Dengan hasil tersebut maka Kota Bogor sudah masuk dalam zona kuning atau level III dan tidak lagi merah. 

"Namun dengan adanya penambahan kasus baru ini tentu dapat saja mengantar kita ke zona merah dan menerapkan PSBB seperti awal Maret dengan pembatasan-pembatasan maksimal," ujar Dedie.

Maka dari itu, Wakil Wali Kota Bogor itu mengimbau kepada seluruh warga masyarakat agar jangan sekali-kali lengah di tengah pandemi Covid-19 ini. "Justru sebaliknya kita harus lebih meningkatkan kewaspadaan di tengah pelonggaran-pelonggaran," pungkas Dedie. (Ari Purnomo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Masa PSBB Transisi, Bogor Masih Larang Ojol Angkut Penumpang".

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved