Nilai Ada yang Salah dalam Strategi Penanganan Covid-19 oleh Pemerintah, Ahli Ingatkan Hal Ini

Hermawan Saputra menilai, ada yang salah dari strategi penanganan pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Shutterstock
Virus Corona 

TRIBUNPALU.COM - Kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia semakin bertambah banyak setiap harinya.

Anggota Tim Satgas Penanganan Covid-19 dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Hermawan Saputra menilai, ada yang salah dari strategi penanganan pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Sebab, menurut dia, sejak awal pemerintah tidak cukup dalam meminta pendampingan penanganan Covid-19 dari para ahli kesehatan masyarakat.

"Tetapi memang ada yang salah dalam strategi penanganan Covid-19 oleh pemerintah. Pemerintah tidak cukup merekrut dan meminta pendampingan dari pakar kesehatan masyarakat, para ahli epidemiologi dan juga yang sifatnya berbasis komunitas," kata Hermawan pada Kompas.com, Senin (29/6/2020).

Sebaran Covid-19 Indonesia Selasa 30 Juni 2020: Ada 190 Kasus Baru, 394 Pasien Sembuh di DKI Jakarta

Update Virus Corona di Indonesia 30 Juni 2020: Total 56.385 Kasus Konfirmasi Positif

 

Hermawan mengingatkan, ada baiknya jika saat ini Presiden Joko Widodo tidak terjebak dalam penanganan Covid-19 berbasis infrastruktur atau pelayanan medis saja.

Namun, pencegahan Covid-19 di tingkat akar rumput juga harus menjadi perhatian yang serius.

"Tetapi juga pencegahan yang memang ini menjadi konten terbesar penanganan Covid-19 malah kurang diperhatikan," ujar dia. 

"Nah hal-hal yang sifatnya insentif ini kan tertuju pada tenaga medis yang di rumah sakit ya padahal upaya kesehatan masyarakat harus dikuatkan," ucap Hermawan.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto menyatakan, kasus Covid-19 di Indonesia kembali bertambah.

Wabah Covid-19, Presiden Jokowi Sebut Karantina Kampung Lebih Efektif daripada Karantina Kota

Ini disebabkan masih adanya penularan virus corona yang terjadi di masyarakat hingga hari ini, Selasa (30/6/2020).

Halaman
12
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved