Breaking News:

LIPI Kembangkan Imunomodulator dari Tanaman Herbal untuk Tangani Covid-19, Uji Klinis Sudah Selesai

Imunomodulator adalah zat yang dapat memengaruhi dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

SHUTTERSTOCK/Masitah Harun via Kompas.com
ILUSTRASI jahe merah. Jahe merah salah satu tanaman herbal asli Indonesia yang memiliki khasiat sebagai imunomodulator untuk pasien Covid-19 yang sedang dikembangkan LIPI. 

TRIBUNPALU.COM - Memanfaatkan kekayaan tanaman obat yang dimiliki Indonesia, ratusan peneliti mengembangkan imunomodulator herbal bagi pasien Covid-19.

Imunomodulator adalah zat yang dapat memengaruhi dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Penelitian ini dikembangkan para peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kepada para pasien di Rumah Sakit Darurat Corona (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran.

Selain LIPI, peneliti juga berasal dari Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Tentara Nasional Indonesia, dan tim tenaga kesehatan RSDC Wisma Atlet Kemayoran.

Studi Terbaru: Tubuh Mampu Bentuk Kekebalan terhadap Covid-19, Bahkan Setelah Gejala Ringan

Selamat dari Maut saat MotoGP Austria 2020, Ini Alasan Valentino Rossi Tetap Lanjutkan Balapan

Dalam Diskusi Tim Uji Klinis Kandidat Imunomodulator untuk Pasien Covid-19 disampaikan saat ini uji klinis telah selesai dilakukan dan tim peneliti sedang melakukan pengumpulan data yang akan dikirimkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selalu regulator.

"Kami tidak akan melaporkan hasil uji klinis ini, sebelum BPOM menyatakan imunomodulator ini berhasil atau tidaknya," kata Masteria Yunovilsa Putra, Ph.D dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI selaku Koordinator Kegiatan Uji Klinis Kandidat Imunomodulator Herbal untuk Penanganan Covid-19, Senin (17/8/2020).

Terdapat dua produk yang diuji klinis sebagai imunomodulator, yakni Cordyceps militaris dan kombinasi ekstrak herbal.

Kombinasi ekstrak herbal ini terdiri dari rimpang jahe merah (Zingiber officinale var Rubrum), daun meniran (Phyllanthus niruri), sambiloto (Andrographis paniculata), dan daun sembung (Blumea balsamifera).

"Kombinasi herbal tersebut sudah diformulasikan, memiliki data stabilitas dan ada prototipenya," ungkap Masteria.

Riset ini sudah dimulai sejak 8 Juni lalu dan melibatkan 90 subjek penelitian dengan rentang usia 18-50 tahun yang diberikan intervensi selama 14 hari.

Unggah Foto Istri dan Beri Kalimat Puitis, Pasha Ungu Justru Diprotes oleh Adelia Wilhelmina

Oscar Lawalata Akui Tak Mudah Sampaikan Soal Dirinya kepada Mario Lawalata dan Reggy Lawalata

Artis Korea Kang Sora Segera Akhiri Masa Lajang: Aku Ingin Habiskan Sisa Hidupku Bersamanya

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved