15 Masalah dan Kondisi Kesehatan yang Dapat Memperburuk Gejala Covid-19, termasuk Asma hingga Hamil
Berbagai masalah kesehatan yang sudah ada sebelumnya, juga sangat berpengaruh pada tingkat keparahan seseorang yang terinfeksi virus corona Covid-19.
TRIBUNPALU.COM - Menjadi wabah yang telah ditetapkan sebagai pandemi global, penyakit Covid-19 yang disebabkan virus corona tentu harus sangat diwaspadai.
Terlebih, Covid-19 dikenal sebagai penyakit dengan seribu wajah, di mana gejala yang timbul pada penderitanya sangat bervariasi.
Beberapa orang tidak memiliki gejala sama sekali, sementara yang lain menjadi sakit parah sehingga pada akhirnya membutuhkan bantuan mesin untuk bernapas.
Berbagai masalah kesehatan yang sudah ada sebelumnya, juga sangat berpengaruh pada tingkat keparahan seseorang yang terinfeksi virus corona.
Kita tentu sudah tahu gejala apa saja yang mungkin muncul saat terinfeksi virus corona.
Namun selain itu, penting untuk mengetahui beberapa masalah kesehatan mendasar yang bisa meningkatkan risiko gejala virus corona yang parah.
1. Usia lanjut
Semua orang dari segala usia, bahkan anak-anak, dapat tertular virus corona.
Tapi virus ini banyak menyerang orang dewasa paruh baya dan lanjut usia.
Risiko munculnya gejala berbahaya meningkat seiring bertambahnya usia, mereka yang berusia 85 tahun ke atas umumnya berada pada risiko tertinggi gejala serius.
Di AS, sekitar 80% kematian akibat penyakit ini terjadi pada orang yang berusia 65 tahun ke atas.
Risiko kematian bahkan lebih tinggi ketika mereka memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.
2. Kanker
Menurut CDC, saat ini menderita kanker apa pun membuat Anda berisiko terkena kasus COVID-19 yang parah.
Apakah risikonya lebih tinggi atau tidak untuk orang dengan riwayat kanker, sampai saat ini masih belum jelas.
Dalam dua penelitian Lancet, antara 13 hingga 28 persen pasien Covid-19 yang menderita kanker meninggal dunia.
Pasien berusia tua dan para pria tampaknya lebih berisiko, tetapi perawatan kanker seperti kemoterapi tidak berdampak pada kematian di kedua penelitian.
Baca juga: Cara Cek Kesehatan Mata, Identifikasi Gambar Berikut, Lihat Seberapa Jeli Mata Kamu
Baca juga: Cara Cek Kesehatan untuk Wanita: Simak Arti Warna Darah Menstruasi yang Selalu Berbeda Tiap Bulannya
3. Penyakit ginjal kronis
Penyakit ginjal kronis adalah ketika ginjal Anda, yang biasanya menyaring limbah, racun, dan kelebihan cairan dari darah Anda, tidak dapat lagi menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Menurut CDC, Kelebihan cairan dan limbah dalam aliran darah, membuat pasien berisiko terkena penyakit jantung dan stroke.
Dalam skenario terburuk, pasien memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal.
Pasien penyakit ginjal yang paling berisiko untuk terinfeksi virus corona adalah mereka yang mengalami penurunan kekebalan akibat transplantasi, atau yang melakukan perawatan hemodialisis di pusat beberapa kali seminggu.
4. Masalah paru-paru
Covid-19 menyerang paru-paru, sehingga akan lebih mungkin bagi Anda mengembangkan gejala yang parah, jika memiliki masalah paru-paru yang sudah ada sebelumnya.
Risiko gejala serius Covid-19 akan lebih tinggi jika Anda memiliki kondisi berikut:
- Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
- Kanker paru-paru
Beberapa kondisi paru-paru dapat meningkatkan risiko penyakit serius akibat COVID-19, termasuk:
- Fibrosis kistik
- Fibrosis paru
5. Asma sedang sampai berat
Meski beberapa obat untuk kondisi ini dapat melemahkan sistem kekebalan Anda, penting untuk tetap menggunakan obat untuk menjaga gejala tetap terkontrol.
Usahakan untuk menghindari hal-hal yang memperburuk asma Anda.
Pemicu asma dapat bervariasi dari orang ke orang.
Contohnya seperti serbuk sari bunga, tungau debu, asap rokok, dan udara dingin.
Emosi dan stres yang kuat juga dapat memicu serangan asma pada beberapa orang.
Ada juga yang tak tahan bau menyengat, jadi pastikan disinfektan yang digunakan bukan pemicu asma untuk Anda.
Selain itu, merokok atau vaping bukan hanya bisa memicu asma, tapi juga dapat merusak paru-paru dan menghambat sistem kekebalan Anda, yang meningkatkan risiko komplikasi serius dengan Covid-19.
Baca juga: Virus Corona Belum Berakhir, Kini Muncul Norovirus,Kenali Gejalanya, Mulai Mual, Muntah hingga Diare
Baca juga: Penelitian Terbaru Temukan Sebagian Besar Pasien Covid-19 Alami Gejala Neurologis, Apa Itu?
6. Immunocompromised (sistem kekebalan yang lemah) karena transplantasi organ padat
Ketika Anda menjalani transplantasi organ padat, biasanya Anda harus minum obat untuk melemahkan sistem kekebalan Anda — jika tidak, tubuh akan menyerang jaringan asing.
Meskipun Anda tentu tidak boleh menunda perawatan yang menyelamatkan nyawa, prosedur semacam ini menempatkan Anda pada risiko tinggi terinfeksi virus corona yang parah.
Masalah lain, beberapa perawatan mungkin juga lebih berisiko untuk pasien ini.
Menurut sebuah studi baru dari University of Michigan, pengobatan Covid-19 dengan hydroxychloroquine dikaitkan dengan risiko kematian sepuluh kali lipat lebih tinggi di antara pasien transplantasi organ, dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakannya.
7. Obesitas (indeks massa tubuh 30 atau lebih tinggi)
Memiliki indeks massa tubuh 30 atau lebih tinggi membuat pasien berisiko lebih tinggi terkena kasus virus corona yang parah.
Penelitian telah menunjukkan bahwa lebih dari 75 persen pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit kelebihan berat badan atau obesitas, dan dibandingkan dengan usia sebaya dengan indeks massa tubuh yang lebih sehat, mereka berisiko lebih tinggi untuk mendapat perawatan di ICU atau meninggal dunia.
8. Kondisi jantung yang serius
Pasien dengan gagal jantung dan penyakit jantung serius lainnya, seperti arteri coroner atau kardiomiopati berisiko menderita kasus Covid-19 yang rumit atau parah.
Komplikasi penyakit pernapasan bisa memaksa jantung untuk bekerja lebih keras.
Virus corona juga dapat menyerang jantung secara langsung, yang menempatkan pasien pada risiko komplikasi yang lebih tinggi.
Baca juga: Syarat dan Catatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia untuk Upaya Vaksinasi Covid-19
Baca juga: Relawan Vaksin Covid-19 AstraZeneca di Brazil Meninggal Dunia, Belum Diketahui Penyebabnya
Baca juga: Surati Menkes, IDI Ingatkan Agar Tak Tergesa-gesa soal Vaksinasi Covid-19
9. Diabetes melitus tipe 2
Penderita diabetes tipe dua memiliki risiko lebih tinggi mengalami kasus infeksi Covid-19 yang parah.
Kontrol glukosa yang buruk, yang menjadi ciri khas diabetes, dapat menyebabkan berbagai masalah pada ginjal, jantung, hati, dan sistem saraf.
Dalam sebuah penelitian, pasien dengan diabetes tipe dua dan infeksi Covid-19 menderita angka kematian 260 per 100.000, yang merupakan dua kali lipat dari angka kematian penderita diabetes tipe satu dan hampir 10 kali lebih tinggi daripada pasien tanpa diabetes.
10. Hipertensi atau tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi, terutama jika tidak ditangani dengan pengobatan dan gaya hidup yang tepat, dapat membuat seseorang berisiko lebih tinggi terkena virus corona dengan kondisi parah.
Satu studi menemukan, pasien hipertensi memiliki risiko kematian dua kali lebih besar akibat Covid-19 dibandingkan mereka yang tidak menderita penyakit tersebut, dan mereka yang saat ini tidak minum obat untuk hipertensi menempatkan diri mereka pada risiko yang lebih besar.
11. Sistem kekebalan yang lemah
Sistem kekebalan yang sehat melawan kuman penyebab penyakit.
Akan tetapi, banyak kondisi yang dapat melemahkan sistem kekebalan Anda.
Kondisi yang memengaruhi sistem kekebalan Anda dan meningkatkan risiko penyakit serius akibat Covid-19 meliputi:
- Transplantasi organ
- Perawatan kanker
Risiko gejala serius dari COVID-19 Anda dapat meningkat jika Anda memiliki kondisi seperti:
- Transplantasi sumsum tulang
- HIV / AIDS
- Penggunaan prednison atau obat serupa dalam jangka panjang yang melemahkan sistem kekebalan.
Jika Anda memiliki sistem kekebalan yang lemah, Anda mungkin perlu mengambil tindakan pencegahan ekstra untuk menghindari virus corona.
Usahakan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter secara rutin melalui telepon atau panggilan video dan minta apotek mnegirimkan obat Anda, sehingga Anda tak perlu keluar rumah.
12. Kondisi neurologis, seperti demensia
Menurut Alzheimer's Association, demensia kemungkinan tidak meningkatkan risiko Covid-19 itu sendiri.
Namun, lupa mencuci tangan, tidak memakai masker, dan tidak menjaga jarak dari orang lain membuat Anda berisiko, yang dapat menimbulkan masalah bagi orang dengan penurunan kognitif yang serius.
13. Penyakit hati
Jaringan parut pada hati, yang juga dikenal sebagai sirosis, dapat menyebabkan peningkatan risiko kasus Covid-19 yang serius.
Virus corona telah terbukti berdampak pada hati, bahkan satu penelitian menunjukkan peningkatan kematian pada pasien yang sudah berjuang dengan sirosis.
Selain itu, kematian secara signifikan lebih tinggi pada pasien sirosis dengan Covid-19 daripada mereka yang dirawat di rumah sakit karena infeksi bakteri.
14. Kehamilan
Pasien Covid-19 yang hamil mungkin berisiko lebih tinggi terkena infeksi parah, serta komplikasi kehamilan seperti kelahiran prematur.
Selain itu, wanita hamil lebih cenderung berada pada ujung spektrum yang dramatis, baik menunjukkan gejala yang sangat sedikit atau tidak sama sekali atau bahkan jatuh sakit parah.
Terkadang, virus ditemukan menular dari orangtua ke bayi yang baru lahir.
15. Merokok
Menjadi perokok biasa bisa meningkatkan risiko segala macam penyakit kardiovaskular yang dapat membuat Anda berisiko tinggi terkena infeksi virus corona.
Merokok telah ditemukan terkait dengan kasus Covid-19 yang lebih buruk, tetapi penelitian masih harus dilakukan untuk secara langsung menghubungkan keduanya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "15 Masalah Kesehatan yang Bisa Memperparah Gejala Virus Corona"
Penulis : Bestari Kumala Dewi