Breaking News:

Pro Kontra Seputar RUU Larangan Minuman Beralkohol, Kata KPAI hingga Asosiasi Distributor Minol

Pembahasan RUU Larangan Minuman Beralkohol juga menuai pro dan kontra dari berbagai pihak.

Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Warta Kota
Ilustrasi minuman beralkohol. Pembahasan RUU Larangan Minuman Beralkohol juga menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. 

TRIBUNPALU.COM - Badan Legislasi (Baleg) DPR kembali membahas Rancangan Undang-undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol.

Pengusul RUU Larangan Minuman Beralkohol terdiri atas 21 anggota DPR.

Mereka yaitu 18 orang dari Fraksi PPP, dua dari Fraksi PKS, dan seorang dari Fraksi Partai Gerindra.

Pembahasannya sempat mandeg pada 2014, kini RUU Larangan Minuman Beralkohol telah dimasukkan ke Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020 sebagai usul inisiatif DPR

Pembahasan RUU Larangan Minuman Beralkohol juga menuai pro dan kontra dari berbagai pihak.

Berikut TribunPalu.com telah merangkumnya dari berbagai sumber:

1. KPAI: RUU Larangan Minuman Beralkohol Dapat Lindungi Anak-anak dari Miras

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menilai RUU Larangan Minuman Beralkohol memiliki semangat untuk melindungi anak dari minuman keras.

Diwartakan Tribunnews.com, Susanto mengatakan KPAI akan melakukan kajian mendalam terhadap RUU ini terkait dengan perlindungan anak.

"Secara substantif tentu akan kita telaah secara komprehensif terkait RUU itu. Tetapi sebenarnya, spiritnya memang baik ya, untuk melindungi anak kita agar tidak terpapar dari penyalahgunaan itu. Saya kira positif," ucap Susanto di Hotel Red Top, Pecenongan, Jakarta Pusat, Jumat (13/11/2020).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved