Penerapan PSBB di DKI Jakarta oleh Anies Baswedan Dinilai Berstandar Ganda
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP menilai Anies Baswedan menerapkan standar ganda dalam menegakkan sanksi terkait pelanggaran protokol kesehatan.
TRIBUNPALU.COM - Acara Rizieq Shihab yang memancing kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19 menjadi sorotan publik.
'Getah' dari hajatan pimpinan besar Front Pembela Islam (FPI) itu pun turut dirasakan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI-Perjuangan Johny Simanjuntak menilai Anies Baswedan menerapkan standar ganda dalam menegakkan sanksi terkait pelanggaran protokol kesehatan di Jakarta.
Bukan tanpa alasan, Johny mengatakan bahwa cara Anies menegakkan aturan standar ganda jelas-jelas terlihat dari beda perlakuan dan sikap Anies sendiri.
Contohnya saja ketika sebuah kafe yang melanggar protokol kesehatan tentang kerumunan di Jakarta Selatan, Anies memilih langsung terjun ke lapangan dan menutup aktivitas kafe tersebut.
"Dia punya standar ganda, dia seperti bersifat gaya populis," kata Johny.
Namun, berbeda perlakuan ketika menghadapi kerumunan dalam acara yang dibuat oleh Rizieq Shihab.
Anies seperti bungkam seribu bahasa dan tidak bertindak langsung membubarkan acara kerumunan tersebut.
Baca juga: Satgas Covid-19 Bagikan 20.000 Masker di Hajatan Rizieq Shihab, Komisi VIII DPR Lontarkan Kritikan
Baca juga: Nilai Pro Kontra Wajar, Joko Widodo: Kalau Sudah Baca UU Cipta Kerja, Mereka akan Berubah
Baca juga: Acara Rizieq Shihab Pancing Kerumunan, Anies Baswedan Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Ketegasan Anies di sebuah kafe
Ketegasan Anies untuk menegakkan aturan protokol kesehatan pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sempat menuai apresiasi dari masyarakat.
Dia pernah mengunggah sidak yang dilakukan untuk meninjau implementasi protokol kesehatan pada Kamis, 3 September lalu, di sejumlah kafe dan restoran di Jakarta Selatan.
Dia kemudian menemukan kafe Tebalik Kopi di Jalan Haji Nawi, Jakarta Selatan, yang melanggar ketentuan protokol kesehatan.
Saat itu Anies langsung meminta penjelasan kepada manajemen kafe dan menanyakan secara gamblang apakah manajemen tahu aturan atau tidak.
"Mana protokolnya? Tahu enggak aturannya?" kata Anies.
Dia juga langsung meminta manajemen menutup tempat tersebut karena dinilai melanggar aturan terkait kerumunan di masa PSBB.
