KPK akan Telusuri Aliran Uang Haram Dugaan Suap Izin Ekspor Benih Lobster yang Jerat Edhy Prabowo

KPK memastikan penangkapan dan penetapan tersangka Edhy Prabowo bersama 6 orang lainnya bukanlah akhir dari pengusutan kasus dugaan suap ekspor benur.

YouTube.com/Kompas TV
Petugas KPK menunjukkan barang bukti yang didapat dalam operasi tangkap tangan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Rabu (25/11/2020). 

TRIBUNPALU.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangkap dan menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster atau benur.

Namun, KPK memastikan penangkapan dan penetapan tersangka terhadap Edhy Prabowo bersama enam orang lainnya bukanlah akhir dari pengusutan kasus tersebut.

Sebaliknya, penangkapan dan penetapan tersangka terhadap Edhy Prabowo cs justru menjadi pintu masuk KPK untuk membongkar sengkarut ekspor benur yang menuai kontroversi sejak kerannya kembali dibuka oleh politikus Partai Gerindra tersebut.

KPK bakal menelusuri aliran uang haram dari sengkarut ekspor benih lobster.

Sejauh ini, KPK menduga Edhy Prabowo menerima suap sebesar Rp10,2 miliar dan 100 ribu dolar AS dari eksportir benur, salah satunya chairman holding company PT Dua Putera Perkasa (DPP) Suharjito.

Tak tertutup kemungkinan terdapat eksportir lainnya yang memberikan suap kepada Edhy Prabowo.

Selain pihak pemberi, KPK juga bakal mendalami pihak lain yang kecipratan aliran dana kasus ini, seperti internal partai.

"Untuk aliran dana kita perlu waktu untuk kedalaman karena yang kita tampilkan dalam malam ini baru satu kejadian, pintu masuk, kan ada beberapa perusahaan yang sudah mendapatkan izin dari proses ini dan atau alirannya. Sudah jelas tinggal kita akan memperdalam lagi," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: Barack Obama Kritik Donald Trump dalam Penanganan Pandemi Covid-19 di AS: Tidak Terorganisir

Baca juga: Diego Maradona Berpulang, Messi Sampaikan Belasungkawa: Dia Tidak Pergi, Dia Abadi

Baca juga: Susi Pudjiastuti Gemas Dicecar Soal Ekspor Benih Lobster: Saya Tidak Pernah Berubah, Susi Tetap Susi

Baca juga: Luhut Binsar Ditunjuk Jadi Menteri KKP AD Interim, Melanie Subono: Indonesia Punya 300 Juta Orang

Aliran dana suap ini penting ditelusuri KPK lantaran nilai ekspor benur mencapai belasan juta dolar Amerika Serikat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode Januari-September 2020, ekspor benur mencapai 945,38 ton dengan nilai 19,49 juta dolar AS.

Apalagi, terdapat puluhan eksportir yang bermain benur.

Sementara diduga terdapat praktik monopoli dalam jasa pengangkutan atau kargo ekspor benur oleh PT Aero Citra Kargo (ACK) yang diduga dikendalikan oleh Edhy Prabowo.

Untuk menelusuri aliran dana ini, KPK memastikan bakal menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Kami akan koordinasi dengan PPATK sampai sejauh mana alirannya ya kalau memang ada ada sampai ke situ tentunya kita akan periksa juga," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved