Langkah Pertama Saat Dilantik, Joe Biden Minta Masyarakat AS Mengenakan Masker selama 100 Hari

Langkah Joe Biden menandai pergeseran penting dari Presiden AS ke-45 Donald Trump, yang cenderung bersikap skeptis terhadap pentingnya masker.

Instagram/joebiden
Presiden Amerika Serikat terpilih, Joe Biden. 

TRIBUNPALU.COM  — Presiden Amerika Serikat (AS) yang terpilih, Joe Biden, memiliki komitmen yang kuat dalam menangani pandemi Covid-19 di negaranya.

Joe Biden mengatakan, dirinya akan meminta warga Amerika Serikat untuk berkomitmen mengenakan masker selama 100 hari.

Ini menjadi tindakan pertamanya sebagai presiden untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Langkah Joe Biden menandai pergeseran penting dari Presiden AS ke-45 Donald Trump, yang cenderung bersikap skeptis terhadap pentingnya penggunaan masker.

Langkah ini juga mendapat banyak apresiasi dari para ahli kesehatan masyarakat yang menilai memakai masker sebagai satu cara termudah untuk menangani pandemi Covid-19.

Baca juga: Joe Biden Kritik Sikap Donald Trump yang Tak Mau Kerja Sama dalam Vaksin Covid-19

Baca juga: Joe Biden Menjadi Presiden Katolik Kedua dalam Sejarah AS, Paus Fransiskus Beri Ucapan Selamat

Baca juga: Rencana Joe Biden Tangani Pandemi Covid-19 Berbasis Sains, Epidemiolog UI: Perlu Dicontoh NKRI

Presiden terpilih AS tersebut telah sering menekankan pemakaian masker sebagai "tugas patriotik" dan selama kampanyenya, ia rajin melontarkan gagasan untuk mewajibkan pemakaian masker secara nasional.

Ketika diwawancarai CNN, Joe Biden mengatakan dia akan membuat kebijakan meminta warga Amerika Serikat memakai masker pada hari pelantikannya, 20 Januari 2021 mendatang.

"Pada hari pertama saya dilantik, saya akan meminta masyarakat selama 100 hari untuk memakai masker. Hanya 100 hari untuk pakai masker - tidak selamanya, hanya 100 hari. Dan saya pikir kita akan melihat pengurangan yang signifikan dalam penyebaran virus,” kata Biden, seperti dilansir AP, Jumat (4/12/2020).

Joe Biden telah mengatakan tim transisinya sedang mengerjakan paket bantuan corona sendiri, dan para ajudannya telah memberi sinyal akan menjadikan itu dorongan legislatif pertamanya.

Presiden terpilih AS tersebut juga mengatakan dia meminta Dr. Anthony Fauci untuk tetap berada di pemerintahannya.

"Dalam peran yang sama persis dengan yang dia duduki sekarang, sebagai direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular,” kata Joe Biden.

Baca juga: Empat Pesan Penting Satgas Covid-19 dalam Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020

Baca juga: Merasa Dituduh Terkait Kasus Korupsi Edhy Prabowo, Ali Ngabalin Laporkan BBS dan MYH ke Polisi

Baca juga: Daftar Calon Kepala Daerah Terkaya dan Termiskin di Pilkada 2020 Menurut Analisis KPK

Baca juga: 6 Fakta Bupati Banggai Laut Terjaring OTT KPK: 16 Orang Diamankan, Calon Petahana di Pilkada 2020

Dia mengatakan dirinya meminta Fauci untuk menjadi "kepala penasihat kesehatan" serta bagian dari tim penasihat Covid-19 Joe Biden.

Joe Biden juga mengatakan dirinya akan bersedia disuntikan vaksin Covid-19 secara terbuka di hadapan publik untuk menunjukkan keamanan vaksin  kepada masyarakat.

"Orang-orang telah kehilangan kepercayaan pada kemampuan vaksin untuk bekerja," kata Biden.

Pernyataan Joe Biden keluar ini setelah tiga mantan presiden - Bill Clinton, George W. Bush dan Barack Obama - mengatakan mereka akan menerima suntikan vaksin Covid-19 secara terbuka ke publik sebagai cara untuk menunjukkan keamanan dan keampuhan vaksin tersebut.

Baca juga: Tiga Mantan Presiden AS, Barack Obama hingga Bill Clinton Ajukan Diri untuk Suntik Vaksin Covid-19

Baca juga: 100 Juta Warga Amerika Serikat Diperkirakan akan Divaksin Covid-19 pada Akhir Februari 2021

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved