Kata Jusuf Kalla Soal Pilpres 2024, Dukungan terhadap Anies Baswedan, dan Kepulangan Rizieq Shihab

Jusuf Kalla kembali membantah rumor bahwa dirinya akan kembali mencalonkan diri sebagai Presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 mendatang.

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla saat mengunjungi kantor redaksi Kompas di Menara Kompas, Jakarta, Senin (21/10/2019). 

TRIBUNPALU.COM – Dalam sebuah wawancara, Wakil Presiden ke-10 dan 12 Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla, memberikan penjelasan mengenai tiga hal atau isu penting yang kerap dikait-kaitkan dengan dirinya.

Yakni, pencalonan diri sebagai presiden di Pilpres 2024, dukungan terhadap Anies Baswedan di Pilgub DKI Jakarta 2017, hingga kepulangan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Pertama, Jusuf Kalla kembali membantah rumor bahwa dirinya akan kembali mencalonkan diri sebagai Presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 mendatang.

Menurut Jusuf Kalla, di tahun itu usianya sudah menginjak 82 tahun.

Ketimbang kembali berkecimpung di politik, ia memilih menikmati masa tuanya dengan melakukan sejumlah kegiatan di organisasi kemanusiaan maupun organisasi keagamaan dan internasional.

"Pada saat itu (tahun 2024, red) umur saya sudah 82 tahun. Kapan lagi saya menikmati masa tua. Kita memperhatikan politik tentu iya, tapi saya tidak mau lagi aktif secara praktis," ujar pria yang akrab disapa JK itu dalam sebuah wawancara akhir pekan lalu.

"Golkar pernah meminta saya untuk jadi ketua penasehat, tapi saya tidak mau. Saya senang urus kemanusiaan, keagamaan, urusan internasional, menurut saya itu amalan yang baik," lanjutnya.

Sejak tidak lagi menjabat sebagai wakil presiden, JK lebih banyak mengisi kegiatannya di bidang kemanusiaan dan keagamaan.

Selain menjadi Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), JK juga menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Baca juga: Jusuf Kalla Dituding Jadi Dalang Penangkapan Edhy Prabowo, KPK Diminta Panggil Cawalkot Makassar

Baca juga: Program Bantuan Sosial Juliari Batubara Sempat Membuat Sang Istri, Grace Batubara, Bangga

Dalam wawancara itu, JK juga membahas banyak hal. Termasuk soal kedekatan dengan Anies Baswedan.

JK membenarkan bahwa di Pilkada DKI tahun 2017, dirinya memberikan dukungan kepada Anies untuk mencalonkan diri sebagai gubernur DKI, meski dukungannya itu dinilai tak sejalan dengan Presiden Jokowi.

JK menyebut kala itu dirinya memiliki pandangan tersendiri.

Ia menilai jika saat itu Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang terpilih sebagai gubernur DKI, maka situasi di Jakarta akan tidak kondusif dan berdampak pada kepemimpinan Presiden Jokowi.

"Saya kenal Pak Anies dan mendukung dia jadi gubernur itu benar. Mohon maaf, kalau saat itu Ahok yang menang, akan terjadi keributan dan berdampak pada Presiden Jokowi. Semua orang punya pandangan politik berbeda. Saya harus sependapat dalam bertugas, tapi hari itu saya punya pandangan (politik) berbeda dengan Pak Jokowi," lanjutnya.

JK mengatakan bahwa saat itu orang melihat seolah dirinya membangkang dari Presiden Jokowi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved