Breaking News:

Komnas HAM: Pelanggaran Protokol Kesehatan Dapat Terulang dari Kampanye hingga Penghitungan Suara

Tim Pemantau Pilkada 2020 Komnas HAM RI merilis hasil pemantauan Prapilkada Komnas HAM di empat wilayah.

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi Pilkada 2020. 

TRIBUNPALU.COM - Tim Pemantau Pilkada 2020 Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI merilis hasil pemantauan Prapilkada Komnas HAM di empat wilayah.

Yakni, Banten pada 13 sampai 16 Oktober 2020, Jawa Timur pada 2 sampai 5 November 2020, Sumatera Barat pada 1 sampai 4 Desember 2020, dan Sulawesi Tengah pada 1 sampai 4 Desember 2020.

Berdasarkan hasil pemantauan tersebut Komnas HAM,  pelanggaran terhadap protokol kesehatan pada tahap kampanye masih tinggi dan berpotensi terulang di tahapan pencoblosan dan penghitungan.

Sebab, pada tahapan tersebut berpeluang terjadi penumpukan massa.

Baca juga: Ingin Minta Maaf, Sopir Ambulans Cari Mobil Pribadi yang Dia Serempet Saat Bawa Pasien Kritis

Baca juga: Update Kasus IDI Kacung WHO, Jaksa Kirimkan Memori Banding, Kuasa Hukum Jerinx Merasa Prihatin

Baca juga: Sebelum Meninggal Dunia, Kontestan Indonesian Idol Melisha Sidabutar Sempat Menolak Dibawa ke RS

Baca juga: Suasana TPS Tempat Keluarga Jokowi Mencoblos, dari Gibran Rakabuming, Kaesang, hingga Bobby Nasution

Selain itu, Komnas HAM juga berkesimpulan adanya potensi penyebaran virus dalam Pilkada 2020, baik kepada penyelenggara dan pemilih.

Hal itu lantaran tidak semua pihak yang berada di lokasi TPS, terutama para saksi-saksi dari pasangan calon, yang melakukan rapid test terlebih dahulu.

Komnas HAM juga menilai adanya potensi hilangnya hak pilih bagi kelompok rentan terutama para tahanan dan warga binaan di Rutan dan Lapas karena persoalan perekaman KTP elekronik.

Serta potensi hilangnya hak pilih pasien rumah sakit dan pasien Covid-19 karena keterbatasan APD dan risiko penularan.

Sebab, hanya tersedia satu baju hazmat per TPS bagi KPPS yang akan ke lokasi rumah sakit rujukan Covid-19.

Selain itu, Komnas HAM juga menilai penyediaan tenaga kesehatan dan fasilitas rumah sakit telah dilakukan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved