Breaking News:

Tarif Cukai Hasil Tembakau Naik 12,5 Persen pada 2021, Harga Rokok Bisa Lebih Mahal 14 Persen

Tarif cukai rokok dinaikkan dengan memperhatikan keberlangsungan tenaga kerja di industri terkait, petani tembakau, maupun industri itu.

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
KONTAN/Muradi
ILUSTRASI Cukai rokok. 

TRIBUNPALU.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok rata-rata sebesar 12,5 persen.

Kenaikan tersebut berlaku mulai 1 Februari 2021.

Sri Mulyani menyebut keputusan menaikkan cukai rokok ini diambil dengan memperhatikan keberlangsungan tenaga kerja di industri terkait, petani tembakau, maupun industri itu sendiri.

"Dengan komposisi tersebut maka rata-rata kenaikan tarif cukai adalah sebesar 12,5 persen. Ini dihitung rata-rata tertimbang berdasarkan jumlah produksi dari masing-masing jenis dan golongan," katanya pada konferensi pers secara daring, Kamis (10/12).

Adapun rincian kenaikan cukai rokok ini untuk CHT jenis Sigaret Putih Mesin (SPM) golongan 1 naik 18,4 persen. SPM golongan 2A naik sebesar 16,5 persen.

Lalu, untuk SPM golongan 2B naik 18,1 persen.

Kemudian untuk Sigaret Kretek Mesin (SKM) golongan I naik sebesar 16,9 persen. SKM golongan 2A naik 13,8 persen. Kemudian, SKM golongan 2B naik sebesar 15,4 persen.

Adapun untuk industri rokok padat karya yang mempekerjakan banyak buruh atau Sigaret Kretek Tangan tidak mengalami kenaikan.

"Sigaret kretek tangan cukai hasil tembakaunya tidak dinaikkan atau kenaikan 0 persen," imbuh Ani.

Baca juga: Pemerintah Resmi Naikkan Cukai Rokok di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Penjelasan Menkeu Sri Mulyani

Baca juga: Akan Ada Aturan Baru di Aceh, Dilarang Merokok Sembarangan, Jika Melanggar Bisa Dipenjara

Dengan kenaikan cukai rokok ini, maka harga rokok di tahun 2021 nanti bisa lebih mahal mencapai 14%.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved