Gerakan Perempuan Nelayan Talise Dibentuk, Ini Program Kerjanya

Sekjen PPNI Masnuah mengatakan, PPNI menilai adanya urgensi mendorong lahirnya Gerakan Perempuan Nelayan Talise paska bencana tsunami di Kota Palu tah

Penulis: Haqir Muhakir | Editor: Haqir Muhakir
Handover/KIARA
Gerakan Perempuan Nelayan Talise akhirnya dibentuk, Sabtu (6/2/2021) sore. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Gerakan Perempuan Nelayan Talise akhirnya dibentuk, Sabtu (6/2/2021) sore.

Gerakan Perempuan Nelayan Indonesia berdaulat itu diinisiasi non government organization (NGO) KIARA, CCFD, AFD, dan Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI).

Sekjen PPNI Masnuah mengatakan, PPNI menilai adanya urgensi mendorong lahirnya Gerakan Perempuan Nelayan Talise paska bencana tsunami di Kota Palu tahun 2018 silam.

“Dalam kegiatan ini, telah terbentuk Kelompok Perempuan Nelayan Sangu Rara Talise,” kata Masnuah kepada TribunPalu.com, Minggu (7/2/2021) pagi.

Kata ‘Sangu Rara’ dalam bahasa Kaili artinya satu hati.

Sementara ‘Talise’ merupakan salah satu wilayah pusat aktivitas nelayan Teluk Palu.

Talise juga merupakan wilayah dampingan NGO KIARA di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

3 Tenaga Kesehatan di Sigi Gagal Divaksin, Ada Apa? 

Pesan Kohati HMI Palu untuk Hadianto-Reny: Perhatikan Pemberdayaan Perempuan 

Akhirnya Dua Harimau Lepas Sudah Tertangkap, Warga Singkwang Aman

Wakanda, Kampung Halaman Black Panther Bakal Jadi Serial di Televisi

Masnuah menambahkan, selama dua hari penguatan kapasitas masyarakat bahari ada beberapa harapan dari hasil diskusi kelompok.

Salah satunya membentuk koperasi.

Koperasi sebagai wadah kegiatan rutin dan adanya rumah aman untuk menyimpan alat tangkap nelayan di Pantai Talise.

Sebab, pasca tsunami sejumlah nelayan masih tinggal di hunian sementara (huntara) yang jaraknya cukup jauh dari pesisir pantai.

Jika nelayan melaut, mereka harus bolak-balik membawa alat tangkap jaring dan mesin.

“Nelayan terpaksa membawa alat tangkapnya karena khawatir alat tangkap hilang jka ditinggal di pantai,” kata Masnuah.

Masnuah juga mendapatkan informasi tantangan lainnya yang dihadapi nelayan Teluk Palu.

Yakni banyaknya buaya di pesisir laut yang mengancam keselamatan para nelayan.

Prgram lainnya Gerakan Perempuan Nelayan Talise adalah menemui perwakilan negara Republik Indonesia untuk memastikan implementasi dari No UU 7 tahun 2016.

UU itu tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam. (*)

Sumber: Tribun Palu
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved