Kamis, 11 Juni 2026

Sulteng Hari Ini

Dampak Penambangan Emas, Warga di Desa Buranga Parimo Kehilangan Air Bersih

Ada 18 alat berat beroperasi selama 1x24 jam di tiga dusun di Desa Buranga. Hal ini telah dilaporkan ke pemerintah setempat.

Tayang:
TribunPalu.com/Handover
Warga Desa Buranga tetap menggunakan aliran air di Sungai Desa Buranga Parimo untuk kebutuhan sehari-hari. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Aktivitas tambang emas di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi  Moutong, Sulawesi Tengah, mulai dikeluhkan warga.

Salah seorang warga, Ardiansyah mengatakan sumber air di desanya menjadi keruh dan tidak bisa dikonsumsi lagi.

"Kami tidak bisa lagi menggunakan air bersih karena bercampur lumpur," kata Ardiansyah kepada TribunPalu.com, Kamis (11/2/2021).

Ardiansyah menjelaskan, aktivitas pertambangan di Desa Buranga ada sejak tiga bulan lalu.

Khawatir Banjir, Warga Tolak Tambang Emas di Desa Buranga Parimo

145 Nakes Eks Pasien Covid-19 di RSUD Undata Jadi Pendonor Plasma Darah

Tangani Sampah di Palu, Kadis Pernah Pakai Dana Pribadi dan Berutang untuk Beli BBM

 Ada 18 alat berat beroperasi selama 1x24 jam di tiga dusun di Desa Buranga.

"Membawa dampak kerusakan lingkungan, khususnya bagi masyarakat Dusun 4, 5 dan 6," sebutnya.

Hal ini telah dilaporkan ke pemerintah setempat untuk ditindaklanjut secara hukum.

Ardiansyah berharap pemerintah berperan tegas dalam menertibkan penambangan liar di Desa Buranga.

"Warga tinggal disekitar sungai itu, jadi selama ini memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari," tutur Ardiansyah.

"Sekarang kalau air itu dipakai mandi, ya badan terasa gatal. Hewan ternak saja tidak mau lagi minum di sungai itu, apalagi kami manusia," tambahnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulteng, Abd Haris Lapabira menyoroti aktivitas industri tambang di sejumlah wilayah Sulteng.

Menurutnya, maraknya aktivitas industri berbasis Sumber Daya Alam (SDA) seperti tambang jadi pemicu utama banjir.

Wali Kota Hidayat Klaim Ruang Tahanan Polres Palu Aman dari Gempa

885 Polisi dan 101 TNI Disiagakan jadi Tracer Covid-19 di Sulawesi Tengah

Ribuan Tenaga Kesehatan ikut Vaksinasi di RSUD Undata Palu 

"Liberalisasi di bidang ekonomi membawa dampak cukup banyak. Terjadinya banjir salah satu akibat dari industrialisasi," ujar Haris, dikutip Jumat (5/2/2021).

Di Sulteng, data dihimpun TribunPalu.com, telah terjadi 24 kali banjir sepanjang 2020.

Kabupaten Sigi menjadi daerah paling rentan dengan 5 kejadian.

Disusul Kabupaten Buol, Poso, Tolitoli dan Parigi Moutong sebanyak 3 kejadian.

Selanjutnya Kabupaten Morowali Utara, Donggala dan Banggai sebanyak 2 kejadian, serta Morowali dengan 1 kejadian. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved