Breaking News:

Universitas Tadulako

Mahasiswa Untad Demo Tolak Cuti 'Paksa' karena UKT 

Mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) menolak cuti karena keterlambatan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Handover
Mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) menolak cuti karena keterlambatan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) menolak cuti karena keterlambatan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Universitas Tadulako mengumumkan batas pembayaran UKT pada 5 Februari 2021.

Mahasiswa Universitas Tadulako yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Untad (GMU) demo menuntut Rektor Mahfudz mengubah kebijakannya.

Untuk rasa puluhan mahasiswa digelar di depan Kampus Universitas Tadulako Jl Soekarno-Hatta Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Jumat (19/2/2021) siang.

Mereka menyuarakan aspirasi meski di tengah guyuran hujan.

Bukan Barang Mewah dan Mahal, Mama Rieta Beri Kado Ini untuk Nagita Slavina, Raffi: Kayak Fans

Update Covid-19 Sulawesi Tengah 19 Februari 2021: Bertambah 46, Sembuh 159, Meninggal 5 Orang

Deretan Fakta Ikatan Cinta Malam Ini, 19 Februari 2021: Foto Keluarga hingga Pembunuhan Roy

Kajati Sulteng Silahturahmi dengan Gubernur Longki Djanggola, Bahas Penertiban Aset

Lengkap pula dengan atribut aksi, seperti pengeras suara dan almamater kebanggan warna biru.

Dalam aksinya, terlihat massa membentangkan spanduk bertuliskan 'Cuti Paksa Bencana Baru Bagi Mahasiswa'.

Mereka menolak tegas kebijakan cuti paksa kepada mahasiswa yang telat membayar UKT.

Berdasarkan data Biro Akademik Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP) Untad, terdapat 30.473 mahasiswa telah membayar UKT dari total 37.819 mahasiswa aktif.

Artinya, masih ada 7.346 mahasiswa yang belum membayar, dan terancam cuti.

Sebelumnya, Rektor Untad Prof Mahfudz menegaskan, bahwa cuti paksa merupakan bagian dalam sistem akademik.

"Mahasiswa yang terlambat mau tidak mau harus ajukan surat permohonan cuti. Ini solusi terakhir dan sudah menjadi sistem," ujar Prof Mahfudz kepada TribunPalu.com, dikutip Rabu (10/2/2021). (*) 

Penulis: fandy ahmat
Editor: Haqir Muhakir
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved