Breaking News:

Palu Hari Ini

644 Remaja Putri di Palu Menikah Dini Selama 2020, Ini Penyebabnya

inas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB), mencatat angka pernikahan dini di Kota Palu mencapai 644 orang pada tahun 2020.

Handover
Kepala Bidang Pendendalian Penduduk, Penuyuluhan dan Penggerakan DP2KB Kota Palu, I Komang GD Mulyantara 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM, PALU - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB), mencatat angka pernikahan dini di Kota Palu mencapai 644 orang pada tahun 2020.

Dari data itu, pernikahan dini terhitung pada usia 15 hingga 19 tahun untuk perempuan.

"Hal itu disebabkan kurangnya pengetahuan pada usia remaja," kata Kepala Bidang Pendendalian Penduduk, Penuyuluhan dan Penggerakan BP2KB I Komang Gd Mulyantara, Rabu (24/2/2021) sore.

Menurut I Komang, usia matang pada perempuan untuk menikah adalah 21 tahun.

Usia itu merupakan reproduksi pada perempuan sudah matang.

"Tapi kalo dia msih di bawah 20 tahun, itu masih dalam tahap pertumbuhan," ujarnya.

Datangi Morowali, Ini Harapan Wakil Gubernur Sulteng untuk 40 RIbu Karyawan PT IMIP

Komentar Dokter Tirta Soal Kerumunan Jokowi di NTT: Presiden Tidak Pernah Mengajak Mereka

Pemerintah Indonesia Kembangkan Vaksin Nusantara dan Merah Putih, Ini Perbedaaan Keduanya

Ramalan Zodiak Cinta Kamis 25 Februari 2021: Aquarius Jomblo Temukan Cinta, Pisces Kendalikan Amarah

I Komang menjelaskan, semakin cepat pasangan tersebut menikah, maka peluang memiliki lebih dari dua anak pastinya akan besar.

"Makanya kami harus menekan kelahiran pada usia remaja," ucapnya.

Lanjut, kata pria dengan sapaan Komang itu mengatakan, anggota keluarga lebih dari ketentuan, maka kemungkinan besar kesejahteraan setiap aggota akan menurun.

"Kemampuan pengasuhan pada Ibu muda agak sedikit masalah, karena ketika dia hamil dia masih butuh gizi dan nutrisi untuk tubuhnya sendiri, selain itu dia juga sudah punya bayi, jadi dua orang yang butuh kebutuhan, dua-dua sama pentingnya," jelasnya.

Ternyata Bruno Fernandes Setara dengan Lionel Messi, Ini Buktinya

Cuaca Ekstrem, BPBD Tojo Una-una Imbau Warga di Bantaran Sungai Siaga Banjir

Penggunaan Tali Masker Ternyata Tak Aman dari Covid-19, Cek Penjelasan Dokter Ahli

Dari pernikahan dini itu, berpengaruh pada piramida penduduk di Kota Palu karena kelahiran berbeda jenis kelamin bertambah.

Tantangan DP2KB dalam mengendalikan penduduk ialah seks bebas terjadi pada usia remaja.

"Kalau pengetahuan baik, seks bebas akan berkurang di kalangan masyarakat, dan angka kelahiran anak juga akan terkendali," tutur Komang

Perlu diketahui, pada tahun 2020 angka kelahiran anak pada usia dini di Kota Palu mencapai ratusan jiwa. (*)

Penulis: Nur Saleha
Editor: Haqir Muhakir
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved