Breaking News:

Komentar Dokter Tirta Soal Kerumunan Jokowi di NTT: Presiden Tidak Pernah Mengajak Mereka

Video kerumunan saat Presiden Joko Widodo berkunjung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi viral di media sosial.

Editor: Muh Ruliansyah
Instagram/dr.tirta
Dokter Tirta 

TRIBUNPALU.COM - Video kerumunan saat Presiden Joko Widodo berkunjung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi viral di media sosial.

Dalam video tersebut, nampak Jokowi menyapa warga yang berkerumun di sekitarnya.

Pihak Istana pun telah membenarkan video tersebut.

Dokter Tirta Mandira Hudhi pun turut mengomentari kerumunan yang terjadi saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lumbung pangan dan meresmikan Bendungan Napun Gete di NTT itu.

Baca juga: Pemerintah Indonesia Kembangkan Vaksin Nusantara dan Merah Putih, Ini Perbedaaan Keduanya

Baca juga: Ternyata Bruno Fernandes Setara dengan Lionel Messi, Ini Buktinya

Baca juga: Cuaca Ekstrem, BPBD Tojo Una-una Imbau Warga di Bantaran Sungai Siaga Banjir

Menurut Dokter Tirta, antusiasme massa yang menimbulkan kerumunan pada kunjungan Jokowi ini terjadi lantaran Presiden Jokowi merupakan simbol negara.

“Pak Presiden Joko Widodo, itu sejatinya adalah simbol negara, yang kemana pun beliau pergi akan selalu menarik massa,” ujar Dokter Tirta, dikutip dari akun Instagram @dr.tirta, Rabu (24/2/2021).

Dalam video singkatnya, Dokter Tirta juga menceritakan pengalaman Atta Halilintar yang kerap mendapat ajakan foto dari banyak orang saat bepergian yang dianggap persis seperti yang dialami Jokowi.

Menurutnya, Jokowi sudah mengapresiasi dan mengedukasi warga untuk tetap memakai masker. Namun, banyaknya kerumunan yang ada membuat Jokowi tidak bisa membubarkan.

Baca juga: Penggunaan Tali Masker Ternyata Tak Aman dari Covid-19, Cek Penjelasan Dokter Ahli

Baca juga: Rumah Hanyut, Pemerintah akan Relokasi 8 KK Korban Banjir di Tojo Una-una Sulteng

Baca juga: Mahasiswi Kesal Minta Dua Kali Karena Cowoknya Keluar Lebih Cepat, Malah Digerebek Sebelum Ronde 2

“Terlalu banyak kerumunan yang hadir membuat Presiden tidak bisa membubarkan. Bahkan di salah satu video, sedan beliau sampai dikerumuni oleh orang banyak,” jelasnya.

Dokter Tirta juga tidak menyalahkan Jokowi lantaran tidak mengundang warga untuk menyambutnya.

Ia mengimbau para protokoler untuk bisa mengambil pelajaran dari kejadian kerumunan tersebut agar ke depannya lebih berhati-hati saat mengatur agenda Jokowi.

Baca juga: 2 Oknum TNI-Polri Menjual Senjata Kepada KKB di Papua, HB Hasanuddin: Kalian Penghianat Negara

Baca juga: Kekerasan Anak Jalanan di Palu Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Ini Penyebabnya 

Baca juga: Dimintai Tangapan Soal Bantahan Nissa Sabyan dan Pengakuan Ayus Sabyan, Ririe: Saya Fokus ke Sidang

“Kedua, Pak Presiden tidak pernah mengajak mereka-mereka untuk datang tapi antusias. Dan hal ini harusnya menjadi refleksi bagi tim protokoler untuk lebih berhati-hati mengatur agenda Bapak Presiden di lapangan,” lanjut Dokter Tirta.

Menurt Dokter Tirta, sanksi kerumunan dalam konteks Jokowi di NTT ini tidak relevan lagi untuk diterapkan.

“Jadi, ya kembali, untuk penerapan sanksi kerumunan menurut saya sudah tidak relevan untuk ditegakkan,” pungkasnya.(*)

Sumber: Kompas TV
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved