Breaking News:

Tambang Parimo Longsor

Buntut Longsor Tambang Parimo, Massa Desak DPRD dan Polda Sulteng Usut Pemodal PETI

Aliansi Peduli Lingkungan Parigi Moutong berunjuk rasa di depan markas komando Kepolisian Daerah alias Polda Sulawesi Tengah, Senin (1/3/2021).

Penulis: fandy ahmat | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Aliansi Peduli Lingkungan Parigi Moutong (Parimo) berunjuk rasa menolak aktivitas tambang di wilayah Parimo, Senin (1/3/2021). 

Sebelumnya, Longsor Tambang Parimo Rabu (24/2/2021) malam.

Berikut detik-detik kejadian berdasarkan keterangan saksi: David (43), Nahir (60), Marten (52), dan Agus Nenkopi (41) yang pada saat kejadian berada di lokasi tambang.

Kejadian bermula pada pukul 08.00 Wita di lokasi tambang milik Baba.

Baca juga: Longsor Tambang di Parigi Moutong, Korban Dievakuasi ke Puskesmas

Baca juga: Longsor di Tambang Emas Desa Buranga Parimo, Hasil Evakuasi Awal Ada Tiga Petambang Terjebak

Baca juga: BREAKING NEWS: Pekerja Tambang Emas Parigi Moutong Tertimbun Longsor Viral di Medsos

Saat itu di lokasi bekerja 4 eskavator dengan sistem rilei material (1 eskavator menggali dan 3 eskavator berada di atas memindahkan material ke talang untuk diolah).

Kemudian pada pukul 09.00 Wita warga pendulang mulai berdatangan sekitar 100 orang dan turun ke lubang galian.

Hingga sore hari mereka terus berdatangan karena hasil emas di lubang galian saat itu cukup banyak.

Warga bahkan sampai berhimpitan untuk mendapatkan material dengan diameter 30 meter.

Sekitar pukul 17.30 Wita material galian mulai longsor disebabkan air dari talang mengalir menuju lubang galian.

Dari kejadian tersebut, sesama penambang mengingatkan kepada warga lainnya untuk naik keatas, namun sebagian penambang naik dan lainnya masih bertahan mendulang pada sisi tumpukan dan sudut galian tanah yang terjal.

Baca juga: Utang Pemerintah Indonesia Tembus Rp 6.000 T, Ternyata Begini Rinciannya

Baca juga: Penertiban Anak Jalanan Bisa Masuk Pelanggaran HAM, DP3A Palu: Petugas Harus Hati-hati

Baca juga: Transportasi Laut Terdampak Pandemi Covid-19, Pelni Palu: Penumpang Kapal Turun 60 Persen

Sekitar pukul 18.30 Wita warga yang mendulang tertimbun tanah tumpukan material yang berada pada sudut galian terjal dengan ketinggian material mencapai kurang lebih 20 meter.

Halaman
123
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved