Breaking News:

Petani Sulawesi Tengah

Kisah Petani di Bangkep Sulap Nilam jadi Rupiah, Sempat Kecewa dan Hampir Putus Asa

Petani di Desa Leme-leme Darat, Kecamatan Buko, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah mulai mengembangkan tanaman nilam.

Handover
Linus (kanan), petani nilam di Desa Leme-leme Darat, Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah memperlihatkan proses penyulingan nilam, Rabu (3/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Petani di Desa Leme-leme Darat, Kecamatan Buko, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah mulai mengembangkan tanaman nilam beberapa tahun terakhir.

Mereka menjadikan tanaman nilam sebagai sumber penghasilan

Linus, petani di Desa Leme-leme Darat mengatakan, budidaya nilam tidak susah dan cepat menghasilkan.

"Saya mengajak masyarakat menanam nilam, karena saya tahu persis nilai ekonominya sangat baik, serta pekerjaannya sangat mudah dan enteng,” kata Linus, Rabu (3/3/2021) siang.

Namun kata dia, mengembangkan komoditi nilam di daerahnya tidaklah mudah.

Sebab produksi nilamnya sempat ditawar dengan harga murah.

Baca juga: Prosesi Pemakaman Rina Gunawan dengan Protokol Kesehatan Covid-19, Teddy Syach dan Anaknya Pakai APD

Baca juga: Suasana Pemakaman Rina Gunawan: Sesuai Protokol Covid-19, Peti Dibalut Plastik dan Kerabat Pakai APD

Baca juga: Penutupan Pos Pemeriksaan Covid-19 Pengaruhi Jumlah Penumpang di Terminal Mamboro, Ini Penyebabnya

Baca juga: Mengapa Anak-anak dan Bayi Tak Divaksin? Ternyata Begini Penjelasannya

"Bahkan saya sampai ke Dusun Eben Desa Batangono untuk mengajak masyarakat sekaligus saya membagikan bibit," ungkapnya. 

"Perjuangan saya cukup panjang dan hampir saja kecewa, karena ketika dijual ke pemilik penyulingan gabah dibeli dengan harga yang murah," jelasnya menambahkan. 

Linus mengakui, dirinya memerlukan waktu selama tiga tahun sebelum membuka tempat penyulingan. 

Lagipula, kata dia, di Kabupaten Bangkep harga tanaman nilam semakin baik. 

"Butuh waktu tiga tahun untuk saya bisa menyuling sendiri. Dari informasi yang saya dapat bahwa harga minyak nilam itu bagus sampai Rp 600 ribu per kg, kalau turun berkisaran Rp 400 ribu," kata Linus. (*) 

Penulis: fandy ahmat
Editor: Haqir Muhakir
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved