Kamis, 16 April 2026

Petani Sulawesi Tengah

Petani di Morowali Ini Rakit Alat Penyiangan Gulma, Garap Sawah jadi Lebih Mudah

Petani di Desa Lambelu, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah membuat alat penyiangan yang mempermudah proses garap sawah.

Editor: Haqir Muhakir
Handover
Alat Penyiangan Rakitan Petani Morowali 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPALU.COM, PALU - Petani di Desa Lambelu, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah membuat alat penyiangan yang mempermudah proses garap sawah.

Penyiangan merupakan kegiatan mencabut gulma atau rumpur liar di sela-sela tanaman pertanian dan sekaligus menggemburkan tanah.

Sugiartawan, petani penggas alat penyiangan itu menyebutkan, pembuatan alat tersebut mempermudah pekerjaan petani di Morowali dan sekitarnya.

Terutama dalam menghilangkan rumput liar di sekitar tanaman padi.

"Saya kebetulan ada program padi organik, jadi perawatan padi dari awal sampai panen tanpa bahan kimia," ujar Sugiartawan kepada Wartawan TribunPalu.com, Kamis (4/3/2021) sore.

"Untuk menangani gulma atau rumput liar, saya menggunakan alat ini, tidak menggunakan pestisida," tambahnya.

Baca juga: Berenang di Kanal untuk Hilangkan Gerah, Pria Ini Justru Diterkam Buaya, Alami Luka di Sekujur Tubuh

Baca juga: Detik-detik Gadis Cantik 19 Tahun Ditembak Mati Aparat, Berawal dari Aksi Nekat Terobos Gas Air Mata

Baca juga: Gadis Remaja Ditembak di Kepalanya saat Demo Myanmar, Ini Sosok Angel yang Buat Dunia Berduka

Menurutnya, alat ini didesain khusus dalam pengendalian rumput pada tanaman padi sawah.

Digerakan oleh mesin, memiliki dua roda penggerak di kiri dan kanan.

Selain membantu roda yang gerigi juga berfungsi memutus akar rumput.

Handling-nya mirip traktor tangan.

"Saya desain alat ini, dan dibantu mekanik khusus bagian mesinya," ujarnya.

Selaina itu ia juga menjelaskan penggunaan alat ini sangat praktis.

Untuk satu hektare hanya membutuhkan empat hari kerja.

Baca juga: Kemenkes Gelar Vaksinasi Massal Covid-19 Drive Thru untuk Lansia

Baca juga: Gempa Berkekuatan 4.6 M Guncang Buol Sulteng, Terasa hingga Toli-Toli

Baca juga: Update Perkembangan Vaksinasi dan Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia, 4 Maret 2021

"Kalau nyabut rumputnya seperti dulu pake sabit, satu hektar empat orang kerjanya bisa sampai 10 hari baru selesai" ujarnya

"Tapi sekarang pake alat ini, kerja sendiri  cuma empat hari saja kelar," tambahnya.

Ia mengharapkan petani bisa lebih kreatif dan inovatif.

Sebab petani merupakan pahlawan pangan.

"Sekarang jaman modern, petani harus bisa ikut jaman juga lah," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved