Breaking News:

Sulteng Hari Ini

DP3A Sulteng Latih Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan Desa di Tojo Una-una

Perempuan di Kabupaten Tojo Una-una diberi pelatihan kepemimpinan dalam kelembagaan desa dan mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan desa.

TribunPalu.com/Handover
Pelatihan kepemimpinan perempuan dalam kelembagaan desa yang dilaksanakan di Ampana, Kabupaten Tojo Una-una 4-5 Maret 2021. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM, PALU- Perempuan di Kabupaten Tojo Una-una diberi pelatihan kepemimpinan perempuan dalam kelembagaan desa dan mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan desa.

Kegiatan dilangsungkan selama dua hari terhitung 4 sampai dengan 5 Maret 2021di Ampana, kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah.

Pelatihan tersebut difasilitasi Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Tengah.

"Iya, DP3A Provinsi Sulteng berupaya meningkatkan kualitas perempuan agar memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan siap bersaing untuk menjadi pemimpin desa," ucap Kepala DP3A Provinsi Sulteng melalui Kabid Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga Irmawati Sahi, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Pasien Sembuh dari COVID-19 Bisa Divaksin, Ini Penjelasan Kadis Kesehatan Kota Palu

Baca juga: Selama Februari 2021, Pengadilan Negeri Palu sudah Vonis 125 Pelanggar Lalulintas

Baca juga: Lagi, SBY Turun Gunung Akibat Gejolak di Partai Demokrat, Kali Ini akan Tanggapi Soal KLB

Kata Irmawati Sahi, pemerintah telah memberikan ruang aksesibilitas bagi perempuan untuk menjadi pemimpin diberbagai posisi pengambilan keputusan disemua level dan tingkatan. 

Namun aksesilibilitas itu belum dimanfaatkan oleh perempuan secara optimal karena masih adanya kendala psikologi, kultural dan politik yang menghambat kemajuan perempuan

"Bagi perempuan yang ingin menjadi kepala desa di tingkat perdesaan memerlukan modalitas cukup memadai baik kapasitas intelektual, modal sosial dan ekonomi serta dukungan politik dari masyarakat perdesaan sebagai pemilihnya," kata Irma.

Menurutnya, perlu menambah jumlah peran perempuan dalam politik dan pengambilan keputusan.

Baca juga: Cari Hotel untuk Malam Pertamanya Kelak, Aurel Minta Kamar Rp 150 Juta: Kan Seharian Full di Dalam

Baca juga: Longsor Tambang Parimo Tewaskan 7 Warga Buranga, Ini Kritik Pedas DPRD Sulteng untuk Pemerintah

Baca juga: Atta dan Aurel Segera Menikah, Krisdayanti Tak Masalah jika Tak Kunjung Ditemui: Enggak Usah Dipaksa

Hal ini diharapkan bagian keterlibatan pemimpinan untuk mengatasi permasalahan perempuan dan anak.

"Seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan perempuan dan anak, kemiskinan dan keterbelakangan perempuan serta meningkatkan kesetaraan gender di berbagai bidang pembangunan," jelasnya.

Atas dasar inilah DP3A Provinsi Sulteng melaksanakan pelatihan kepemimpinan perempuan untuk meningkatkan kesadaran politik perempuan di tingkat desa.

"Pelatihan ini juga untuk meningkatkan peran serta perempuan di wilayah publik, dan mendorong peningkatkan jumlah perempuan yang terjun di pemerintahan desa," sebutnya.

Baca juga: Hadianto Intruksikan DLH dan Satpol PP Kolaborasi Atasi Sampah di Palu: Jangan Kerja Sendiri-sendiri

Baca juga: Pegawai BCA, Nur yang Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara Buka Suara,Ini Cerita Dia

Baca juga: VIDEO: SMAN 2 Palu Siapkan 29 Siswa untuk Paskibraka 2021

Ia menambahkan, semakin banyak perempuan menjadi kepala desa maka akan berdampak positif dalam mewarnai dan memperkaya khasanah demokrasi berkualitas, sehingga masyarakat yang berkeadilan gender bisa terwujud.

Pelatihan tersebut melibatkan 60 peserta terdiri dari kepala desa, lurah, badan permusyawaratan desa, organisasi perempuan, tokoh perempuan, pemerhati perempuan, tokoh pemuda. (*)

Penulis: Nur Saleha
Editor: Kristina Natalia
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved