Gejolak Partai Demokrat

Isu KLB Memanas, Rocky Gerung: Partai Demokrat Juga dengan Sengaja Membiarkan Isu Ini

Pengamat politik, Rocky Gerung pun angkat bicara mengenai sikap Partai Demokrat yang terkesan 'pasif' dalam isu KLB ini.

Editor: Muh Ruliansyah
TRIBUN JATENG
Partai Demokrat 

TRIBUNPALU.COM - Sekelompok orang saat ini menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat.

Isu KLB ini memanas dan menjadi topik yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Pengamat politik, Rocky Gerung pun angkat bicara mengenai sikap Partai Demokrat yang terkesan 'pasif' dalam isu KLB ini.

Menurutnya, Partai Demokrat sengaja membiarkan isu ini agar terus memanas karena memang KLB tersebut sudah terlanjur terjadi.

Namun ada pula alasan lainnya menurut Rocky Gerung, yaitu Partai Demokrat melihat isu KLB ini sebagai kesempatan menaikan elektabilitas.

Baca juga: Suka Duka Belajar Online, Ketua Osis SMAN 2 Palu: Ada Kekurangan dan Keuntungan

Baca juga: Bandingkan AHY dengan Listyo Sigit, Max Sopacua: Tak Ada Etika Politik, Saya Anda Buang Begitu Saja

Baca juga: Tri Yulianto Sebut Demokrat Sudah Keluar Jalur: Bapaknya Majelis Tinggi, Anaknya Ketum, Ketua Fraksi

Maklum, sejak isu KLB mencuat awal Februari lalu, nama Partai Demokrat terus dibicarakan di media-media nasional.

"Berita-berita yang berseliweran ikut memanaskan politik. Nah, saya kira Partai Demokrat juga dengan sengaja membiarkan isu ini karena udah berlangsung. Kan nama Partai Demokrat ada terus di pers kan akhirnya, maka elektabilitasnya naik," kata Rocky Gerung dalam video di chanel YouTube pribadinya, Rocky Gerung Official, Jumat (5/3/2021).

Selain itu, Rocky Gerung juga mengatakan bahwa dengan KLB Partai Demokrat yang tetap digelar tersebut akan memperlihatkan kepada publik adanya ambisi untuk mengganti kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Gak ada soal sebetulnya, supaya diperlihatkan kepada publik bahwa ambisi-ambisi untuk menunggangi atau bahkan mengganti kepemimpinan Demokrat itu berlangsung saja di luar sana," kata Rocky Gerung.

Rocky gerung pun mengatakan bahwa dengan KLB tersebut, orang-orang akan mendapatkan poin bahwa memang ada upaya untuk mengkudeta AHY.

Baca juga: Selama Februari 2021, Pengadilan Negeri Palu sudah Vonis 125 Pelanggar Lalulintas

Baca juga: Max Sopacua Sebut AHY Tak Punya Etika Politik, Bandingkan dengan Listyo Sigit: Berjuang Mati-matian

Baca juga: Terungkap 5 Nama Caketum KLB Demokrat, Ternyata Ada Nama Moledoko

Sebagaimana diketahui, isu kudeta di Partai Demokrat memanas sejak pertama kali AHY mengumumkan kepada publik awal Februari silam.

"Jadi orang dapat poin akhirnya bahwa memang ada upaya untuk kudeta, itu poinnya di situ," kata Rocky Gerung.

Sebagaimana diketahui, saat ini sekelompok orang menyelenggarakan apa yang disebut sebagai Kongres Luar Biasa atau KLB Partai Demokrat.

KLB tersebut menurut Darmizal, salah satu tokoh Partai Demokrat yang dipecat AHY, dihadiri oleh 1.200 kader.

Baca juga: Pesona Runner Up Miss Indonesia yang Menjabat Bupati Poso, Langsung Aktif Bertemu Masyarakat

Baca juga: Tuding Demokrat Partai Dinasti sejak Jaman SBY, Tri Yulianto: Baru Pertama Dalam Sejarah

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG 33 Kota Indonesia, Besok Sabtu 6 Maret 2021: 8 Wilayah Hujan Lebat hingga Petir

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief mengungkapkan kabar mengenai KLB yang digagas oleh sejumlah mantan kader dan sejumlah pihak.

Andi mengatakan, tim investigasi Partai Demokrat mendatangi sebuah hotel di Sumatera Utara.

Dari hasil temuan itu, tim mendapatkan sejumlah nama yang akan hadir dalam KLB, antara lain Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Marzuki Alie dan Jhoni Allen.

"Setelah kami cek meminta siapa yang datang tamu-tamu dari luar kota. Maka ditemukan sejumlah nama-nama seperti Jhoni Allen, Nazaruddin, Marzuki Alie, Moeldoko, Darmizal, Ahmad Yahya, Max Sopacua, dll," kata Andi dalam akun Twitternya @Andiarief_.(*)

Sumber: Tribun Palu
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved