Breaking News:

Izin Pemerintah Jadi Penentu Pelaksanaan Haul Guru Tua di Masa Pandemi Covid-19

Sejak merebaknya pandemi Covid-19, belum ada kepastian pelaksanaan Haul Pendiri Al Khairaat, Habib Sayyid Idrus bin Salim Aldjufri atau Guru Tua.

handover/facebook
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB Al Khairaat Ridwan Yalidjama 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Sejak merebaknya pandemi Covid-19, belum ada kepastian pelaksanaan Haul Pendiri Al Khairaat, Habib Sayyid Idrus bin Salim Aldjufri atau Guru Tua.

Berdasarkan kalender Islam, setiap tanggal 12 Syawwal selalu menjadi puncak pelaksanaan Haul Guru Tua.

Sebelumnya, peringatan Haul Guru Tua ke-52 tahun 2020, tepatnya 12 Syawwal 1441 Hijriah, hanya dilaksanakan oleh keluarga terbatas.

Biasanya peringatan Haul Guru Tua selalu mengundang para Ab'naul Khairaat Muhubbin dan ulama dari berbagai daerah bahkan luar negeri.

Baca juga: Apakah Menonton Video yang Menampakkan Aurat Bisa Membatalkan Puasa? Simak Penjelasannya

Baca juga: 9 Hal yang Membatalkan Puasa Ramadan: Berkumur Merupakan Sunnah dalam Berpuasa

Baca juga: Pernyataan Soal Benci Produk Asing Tuai Sorotan, Presiden Jokowi: Begitu Saja Ramai

Dua hari sebelum itu, biasanya Abna’ul Khairaat dari berbagai daerah setiap tahunnya sudah menuju Kota Palu dan pada 11 Syawwal akan memenuhi Masjid Alkhairaat.

Namun karena pandemi, para pecinta Habib Idrus bin Salim Aldjufri terpaksa memperingati hari kematian sang Guru dari rumah dan daerah masing-masing.

Untuk peringatan Haul Guru Tua ke-53 tahun 2021 atau 12 Syawwal 1442 Hijriah, meski di era new normal, Pengurus Besar (PB) Al Khairaat akan mengikuti aturan dari pemerintah.

"Ini kan masih pandemi, jadi kami belum bisa memastikan. Kalau pun ingin menggelarnya tentu harus ada izin dari pemerintah," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB Al Khairaat Ridwan Yalidjama, Sabtu (6/3/2021).

"Tahun kemarin itu pertama kali dalam sejarah Haul Guru Tua. Biasanya setiap tahun itu dirangkaikan dengan beberapa acara, seperti debat bahasa Inggris dan Arab, pidato dan cerdas cermat. Jadi masyarakat berkumpul untuk menyaksikan," jelasnya menambahkan.

Baca juga: Posisi AHY Jadi Ketum Partai Demokrat Dikudeta Moeldoko, Annisa Pohan Geram: Apakah akan Diam?

Baca juga: Pasca Moeldoko Jadi Ketum Demokrat Versi KLB, Rocky Gerung: Kalau Jokowi Diam Berarti Dia Setuju

Baca juga: Tak Patuhi Jam Pembuangan Sampah, Pemkot Palu Bakal Tindak Tegas Pemilik Usaha

Adapun di tahun ini, 12 Syawwal 1442 Hijriah jatuh pada tanggal 24 Mei 2021.

Sementara perkembangan kasus Covid-19 di Sulawesi Tengah terus mengalami peningkatan.

Per tanggal 5 Maret 2021, tercatat ada tambahan 13 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 tersebar di 5 daerah di Sulawesi Tengah.

Kabupaten Morowali mencatat penambahan tertinggi hari ini, yakni 7 kasus, disusul Kota Palu 2 kasus, Kabupaten Sigi 2 kasus, Parigi Moutong 1 kasus dan Morowali Utara 1 kasus.

Sehingga total kasus Covid-19 di Sulteng saat ini mencapai 10.289 orang. (*) 

Penulis: fandy ahmat
Editor: Muh Ruliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved