Puasa Ramadhan 2021
7 Hal Ini Bisa Dilakukan Wanita Haid atau Nifas saat Tak Bisa Berpuasa Ramadhan, Apa Saja Amalannya?
Hal ini bisa dilakukan wanita haid atau nifas untuk meningkatkan pahala karena tak bisa berpuasa di bulan Ramadhan, termasuk cara paling sederhana.
TRIBUNPALU.COM - Ramadan menjadi bulan di mana seluruh umat muslim berlomba-lomba mengumpulkan pahala dengan memperbanyak ibadah.
Selain menjalankan ibadah wajib puasa, banyak pula amalan-amalan lain yang mendatangkan pahala.
Namun, bagaimana dengan muslim, khususnya perempuan yang tidak dapat melaksanakan puasa karena haid atau nifas?
Sebab, setiap bulan wanita akan mengalami siklus haid atau kasus wanita dengan pendarahan pascamelahirkan atau nifas sehingga saat Ramadan tiba, kaum hawa tidak diperbolehkan berpuasa dan menjalankan salat.
Apabila tetap menjalankan ibadah tersebut, justru dapat mendatangkan dosa.
Namun, jangan berkecil hati, karena ada beberapa amalan yang bisa dilakukan selama masa haid atau nifas untuk mendapatkan pahala dan ridha Allah.
Sebab, tak hanya dengan berpuasa, tetapi setiap amalan baik akan meningkatkan pahala di bulan Ramadan.
Baca juga: Tips Puasa Ramadhan 2021 - Alami Hipertensi? Ini Cara Jitu Menghadapinya Selama Berpuasa
Dirangkum TribunPalu.com dari muslim.sg, berikut tujuh tips amalan yang bisa dilakukan saat tak bisa berpuasa di bulan Ramadan:
1. Menyiapkan makanan untuk orang berpuasa
Mungkin ini adalah satu di antara cara paling sederhana untuk mendapatkan pahala puasa tanpa melakukan puasa itu sendiri!
Betapa murah hatinya Allah kepada kita sebagai hamba-Nya ketika Dia memberikan kita alternatif yang bagus untuk tetap mendapatkan pahala puasa meskipun kondisi yang kita hadapi.
Hal ini diperkuat dalam hadist yang dilaporkan Zaid bin Khalid Al-Juhani: Nabi Muhammad berkata,
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Barangsiapa memberikan sesuatu kepada orang yang berpuasa untuk berbuka puasa, akan mendapatkan pahala yang sama seperti orang yang menjalankan puasa, tanpa mengurangi pahala puasa dengan cara apa pun. ”
(Sunan At-Tirmizi)
Kita bisa langsung menyiapkan atau membeli makanan untuk mereka yang berpuasa dan kita akan mendapatkan pahala yang sama!

2. Berdzikir untuk terus mengingat Allah
Dzikir adalah perbuatan yang dianjurkan untuk siapa saja dan kapan saja.
Dzikir merupakan tanda hidupnya hati dan nurani.
Rasulullah dalam hadits riwayat Imam Bukhari bersabda: “Perumpamaan antara orang yang dzikir pada Tuhannya dan yang tidak, seperti antara orang yang hidup dan yang mati”.
Jenis dzikir sangat banyak, bisa berupa ucapa tasbih, tahmid, takbir, hauqalah, dan lain sebagainya.
Aktif dalam majelis istighotsah, tahlilan, atau forum dzikir lainnya karena itu termasuk bernilai ibadah.
Perempuan haid atau nifas, sebagaimana umat Islam pada umumnya, sangat dianjurkan menfaatkan hari demi hari, detik demi detik, sepanjang bulan suci ini untuk beribadah, termasuk berdzikir.
أَلا بِذِكرِ اللَّهِ تَطمَئِنُّ القُلوبُ
“Sungguh dengan mengingat Allah swt, hati akan menemukan ketenangan.”
(Surah Ar-Ra'd, 13:28)
Ada begitu banyak cara untuk mengingat Allah swt.
Kita bisa melafalkan Nama Agung 'Allah' berulang kali atau dengan melafalkan amal kebaikan yang kekal:
سبحان الله ، والحمد لله ، ولا إله إلا الله ، والله أكبر
'Subhaanallah wal hamdulillaah wa laa ilaaha illallaah Allaahu Akbar.'
Allah bebas dari ketidaksempurnaan; Segala puji bagi Allah; Tidak ada tuhan yang benar kecuali Allah; Allah Maha Besar.
Baca juga: Tips Puasa bagi Ibu Hamil agar Sehat dan Aman untuk Bayi, Segera Hubungi Dokter jika Alami Hal Ini
3. Mengucapkan doa dan ayat-ayat Alquran yang Anda hafal
Kita juga bisa melafalkan salah satu dari banyak doa yang kita tahu.
Ya, beberapa dari Anda akan mengatakan bahwa Anda ingin sekali membaca Alquran tetapi Anda tidak dapat melakukannya.
Ustazah Nurul 'Izzah mengatakan Anda masih bisa membaca Alquran dengan pikiran dan hati Anda, tanpa benar-benar mengucapkannya; itu masih diperbolehkan.
Atau Anda bisa mendengarkan bacaan Alquran yang indah yang begitu enak didengar dan menenangkan hati.
Mengingat Allah dengan hati yang penuh keikhlasan akan memohon rahmat Allah bagi kita.
4. Selawat
Selain berdzikir, cara utama lainnya untuk mendapatkan keridhaan Allah adalah dengan melafalkan Selawat untuk Nabi Sayyidina Muhammad saw yang kita cintai karena dialah yang paling dicintai Allah.
"Allahuma salli ala sayyidina Muhammadin wa sallim"
Manfaat dari melafalkan Selawat sangat banyak sehingga mencakup dunia ini dan di akhirat.
Adapun manfaat di dunia ini, kita akan selalu dibimbing oleh Allah dan an adapun manfaat di akhirat kita akan mendapatkan syafa'ah (syafaat) Nabi saw yang kita cintai, inshaAllah.

5. Sedekah
Ramadan adalah bulan sedekah atau amal.
Banyak orang cenderung lebih dermawan di bulan ini dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya karena pahala yang berlipat ganda dari Allah di bulan yang penuh berkah ini.
Bahkan selama periode pemutus sirkuit ini, kita masih bisa melakukan sedekah secara online seperti memberikan donasi untuk mendukung masjid kita atau mensponsori makanan bagi orang-orang untuk berbuka puasa!
Sebenarnya sunnah Nabi kita tercinta melihat di mana dia diriwayatkan untuk bersedekah seperti angin bertiup (dalam hal kemurahan hatinya) terutama pada bulan Ramadhan ketika Malaikat Jibril datang kepadanya untuk membaca Alquran.
Sedekah tidak hanya dilakukan secara finansial, itu bisa dalam bentuk perbuatan baik yang dilakukan untuk membantu dan meringankan orang lain dari kesulitan.
Ini bisa sesederhana senyum yang tulus dan melakukan sesuatu yang bijaksana untuk mencerahkan hari seseorang.
Jadi, berkreasilah dengan sedekah Anda!
Baca juga: Apakah Keramas di Siang Hari Bisa Batalkan Puasa? Ini Hukum dan Tata Cara Menyiram Kepala yang Benar
6. Berbagi ilmu di media sosial
Beberapa akan memutuskan untuk menahan diri sepenuhnya dari media sosial selama Ramadhan karena takut membuang-buang waktu dan melakukan dosa.
Namun dengan niat baik dan disiplin, kita tetap bisa menggunakan media sosial.
Terutama untuk berbagi ilmu yang bermanfaat tentang agama kita dan berita atau informasi lain yang terverifikasi dan bermanfaat.
Hanya dengan mengklik 'bagikan' untuk posting atau artikel yang bagus, seseorang dapat membawa manfaat bagi orang lain dan mendapatkan hadiah.
Sederhana bukan?
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Siapa pun yang membimbing seseorang menuju kebajikan akan dihargai setara dengan dia yang mempraktikkan tindakan baik itu.
(Sahih Muslim)

7. Menahan diri dari perbuatan dosa dan istighfar
Karena arti sebenarnya dari berpuasa lebih dari sekedar pantang makan dan minum, lebih penting bagi kita untuk mengontrol nafsu kita dari melakukan dosa di bulan yang penuh berkah ini, baik besar maupun kecil.
Misalnya menahan lidah dari dosa seperti fitnah, bohong, umpatan, ungkapan sarkastik, dan ngobrol tanpa henti.
Buatlah rencana dan kesibukan diri dengan banyak ibadah dan perbuatan baik sehingga kita menjadi terlalu sibuk untuk berbuat dosa.
Bahkan jika kita berpikir kita tidak boleh melakukan kesalahan pada waktu tertentu dalam satu hari, cukup melafalkan Istighfar karena kita mungkin tidak tahu apakah kita telah melakukan kesalahan di sisi Allah dan juga untuk dosa-dosa masa lalu.
Baca juga: Utang Puasa Belum Lunas di 2 Ramadan Sebelumnya Harus Dibayar 2 Kali Lipat? Ini Penjelasan Ustaz
Terakhir, tidak perlu makan obat untuk menekan datangnya menstruasi pada waktunya sehingga bisa berpuasa penuh selama bulan ini.
Hal itu masih diperbolehkan dalam Islam setelah seseorang meminta nasehat dari tenaga medis profesional dan yakin bahwa hal itu tidak akan membahayakan diri sendiri.
Tapi kita semua tahu bahwa itu adalah sesuatu yang alami yang Allah ciptakan dalam diri kita para wanita.
Sebaiknya kita membiarkan alam berjalan dengan sendirinya karena kita masih bisa terus melakukan ibadah lain selain puasa.
Ingatlah untuk mengganti hari puasa kita setelah kita bisa melakukannya setelah Ramadhan!
(TribunPalu.com/Isti Prasetya)