Breaking News:

Virus Corona di Sulteng

Soal Kemunculan Virus Corona Baru, dr Husaema: Jangan Panik, Jangan Perparah Keadaan

Kelapa Dinkes Kota Palu, dr Husaema mengimbau agar masyarakat tidak panik dalam menghadapi virus varian baru COVID-19.

TribunPalu.com/Alan_Sahril
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr Husaema 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Berdasarkan data di Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional, Senin (8/3/2021), dari 539 urutan genom SARS-CoV-2 yang didaftarkan di GISAID, bank data genom virus global, sebanyak 515 merupakan urutan genom keseluruhan (whole genome sequencing/WGS).

Dari sampel ini telah ditemukan enam WGS varian VUI202012/01 GR/501.Y.V1 B.1.1.7.

Varian baru virus SARS-CoV-2 yang lebih menular itu ditemukan dalam tiga sampel yang berasal dari Jakarta

Sisanya berasal dari Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara masing-masing satu sampel.

Polisi Gadungan Bubarkan Balap Liar, Minta Uang Damai dan Bawa Lari Ponsel

Waspada Varian Baru Covid-19! Jangan Tunda Vaksin dan Patuhi Protokol Kesehatan

Pengunjung Pasar Murah di Palu Tiba-tiba Mengamuk sambil Mengumpat soal Perselingkuhan, Diduga ODGS

Baca juga: Waspada Gejala Long Covid-19, Depresi, Sakit Dada Hingga Sulit Berpikir, Ini Cara Pencegahannya

Kepala Dinkes Kota Palu, dr Husaema mengimbau agar masyarakat tidak panik dalam menghadapi virus varian baru tersebut.

"Kalau ada ada jenis baru protokolnya ya sama, kita juga belum tahu pasti, pemerintah kan belum memberikan intruksi ke Dinas Kesehatan," ucap dr Husaema saat ditemui di ruang kerjanya Jl Balai Kota, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (10/3/2021).

"Kita harus biasa-biasa saja jangan stres karna belum ada rilis mengenai data tersebut berapa, siapa dan di mana," tambahnya.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu kuatir apakah virus itu lebih ganas atau tidak sebab belum ada hasil yang dikeluarkan secara resmi terkait virus baru tersebut.

Baca juga: Viral Masjid di Sunter Mirip Taj Mahal, Ini Faktanya!

Baca juga: Ibas Buka Suara Terkait Kisruh Demokrat: Saya Yakin Pemimpin Negeri Ini Punya Nurani

Baca juga: Sampah Berhamburan ke Jalan Setelah Palu Diguyur Hujan, Ini Komentar Pegiat Lingkungan

"Untuk varian baru apapun, kita tidak boleh langsung mengambil keputusan ganas atau tidak, saya kira tidak semudah itu menyimpulkannya," jelas dr Husaema.

dr Husaema menyarankan agar masyarakat tidak panik dengan adanya varian baru tersebut sehingga tidak memperparah keadaan saat ini.

"Karna dengan panik dan stres dapat merusak imunitas tubuh sehingga akan memperparah keadaan," imbuh dr Husaema (*)

Penulis: Alan Sahrir
Editor: Kristina Natalia
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved