Breaking News:

Virus Corona di Sulteng

Daun Kelor Diklaim Dapat Membunuh Virus Corona, Ini Penjelasan Kepala BPOM di Palu

Fauzi Ferdiansyah mengatakan, perlu data saintifik untuk mengklaim bahwa daun kelor dapat membunuh virus Corona.

Tribun Kaltim
Khasiat Daun Kelor untuk kesehatan 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Hingga saat ini, wabah COVID-19 belum ada obatnya.

Berbagai pihak terus berupaya menemukan obat pembunuh virus tersebut, baik secara klinis maupun secara herbal.

Baru baru ini, isu mengenai daun Kelor dapat membunuh virus Corona terdengar di Tengah masyarakat, khususnya di Kota Palu.

Menanggapi isu tersebut, Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Palu, Fauzi Ferdiansyah mengatakan, perlu data saintifik untuk mengklaim bahwa daun kelor dapat membunuh virus Corona.

Baca juga: Bupati Parigi Moutong Berharap Para Pejabat yang Baru Dilantik Tidak Saling Menjelek-jelekan

Baca juga: Untad Urutan Ke 8 Jumlah Mahasiswa Terbanyak di Indonesia

Baca juga: Pemkot Palu Umumkan Penerima Dana Stimulan Tahap 3, BPBD: Segera Diasesmen

"Kita memang memiliki obat tradisional tapi ketika kita mau klaim harus ada data saintifik yang membuktikan keasliannya memyembuhkan dan mengobati," ucap Fauzi Ferdiansyah kepada TribunPalu.com di Kantor BPOM Jl Undata, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu Sulawesi Tengah, Senin (15/3/2021).

Ia menjelaskan, pembuktian suatu obat perlu adanya uji klinis, untuk memastikan agar mutu obat yang dihasilkan sesuai persyaratan dan tujuan penggunaan.

"Selama itu tidak ada kita tidak boleh mengeluarkan statement bahwa daun kelor dapat membunuh virus Corona kecuali ada datanya," jelas Fauzi Ferdiansyah.

Baca juga: Pahami Pendaftaran HKI, Kemenkumham Sulteng Ungkapkan Keuntungannya

Baca juga: Hadianto Rasyid Terima Kunjungan Wali Kota Singkawang, Diskusi Program Prioritas

Fauzi Ferdiansyah mengatakan, meskipun begitu, terdapat beberapa obat yang belum memiliki data secara saintifik namun digunakan sebagai trail, namun dibawah pengawasan super visi rumah sakit.

"Klorokuin saja belum ada data saintifiknya secara pasti, tapi obat itu sudah di gunakan sebagai trail di bawah super visi Rumah Sakit dan di gunakan," terangnya. (*)

Penulis: Alan Sahrir
Editor: Kristina Natalia
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved