Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Dari Dualisme Hingga Saling Pecat, Begini Kronologi Perpecahan Pengurus DPP KNPI

Kisruh di tubuh organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sudah berangsur 5 tahun.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Kristina Natalia
TribunPalu.com/Handover
Wakil Sekertaris Jendral Dewan Pimpinan Pusat KNPI Mohammad Nurul Haq. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kisruh di tubuh organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) hingga terjadi pemecatan ketua umum Haris Permata.

Wakil Sekertaris Jendral Dewan Pimpinan Pusat KNPI Mohammad Nurul Haq menjelaskan, perselisihan di dalam organisasi KNPI berawal dari kongres di Papua 2015

"Awal mulanya pada kongres Papua melahirkan Muhammad Rifai Darus dan dalam rentang waktu 1 bulan dibuat lagi kongres luar biasa di Jakarta dan menghasilkan lagi ketua umum Fahd A Rafiq. Dari situ berjalanlah dualisme, sampai Kongres Bogor," jelas Mohammad Nurul Haq kepada TribunPalu.com, di Jl Emmy Saelan, Kelurahan Tatura Selatan Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (15/3/2021).

Mohammad Nurul Haq menjelaskan, Kongres Bogor diupayakan untuk penyatuan tapi tidak berhasil karena hanya beberapa OKP kubu A Rafiq yang hadir.

"Kongres Bogor itu menghasilkan kemenangan terhadap Haris Pertama dengan selisih dua suara," kata Mohammad Nurul Haq.

Baca juga: Bahas PETI, DPRD Sulteng Minta Aparat Bertindak Tegas dan Jangan ada Kongkalikong

Baca juga: Ramalan Zodiak Rabu 17 Maret 2021: Hari Keberuntungan bagi Sagitarius, Taurus Hindari Pertengkaran

Baca juga: Malam-malam Ratusan Mahasiswa Geruduk Kantor Demokrat, Ngaku Tak Terima dengan Ucapan AHY

Kemenangan itu sudah disambut kubu Rifai Daru, termasuk Noer Fajriansyah pun sebagai kandidat kalah sudah mengucapkan selamat kepada Haris Pertama sebagai pemenang.

"Seminggu setelah itu, ada segelintir orang dari kubu kandidat kalah ini melakukan kongres lanjutan di tempat yang sama. Alasannya adalah kemenangan Haris Pertama itu tidak mencapai 50 plus satu. Pertanyaannya adalah, kalau hanya ada dua kandidat, dari mana kemenangan 50 plus satu tidak tercapai," jelas Eks Ketua KNPI Sulteng tersebut.

Kandidat lainnya dalam Kongres Bogor adalah Jackson AW Kumaat mengundurkan diri sebelum pemilihan sehingga hanya tersisa dua kandidat. "Dari situlah KNPI pecah," ucap Nurul Haq.

Perpecahan itu kemudian menjalar hingga ke daerah-daerah.

Ditambah lagi Noer Fajriansya juga membentuk kepengurusan hingga ke daerah.

Baca juga: Berlakukan PPnBM 0 Persen, Kalla Toyota Harap Dongrak Penjualan Selama Bulan Maret

Baca juga: Polisi Tindak Kios Tak Miliki Izin Pangkalan, Kapolres: Mereka Menjual LPG 3 Kg di Atas HET

Baca juga: Wujudkan Kampus Merdeka, Ini Pesan Rektor Untad Usai Lantik 3 Dekan

"Nah, masa kepengurusan DPP berakhir 2021. Saya tidak tahu mengapa ada upaya percepatan kongres. Namun kami melihatnya, ada upaya untuk segera menyatukan organisasi pemuda ini. Niatannya sih bagus, tapi jangan sampai melabrak aturan," ucap Nurul Haq.

"Kita sambut baik itu, kita juga sudah capek berdualisme, bertigalisme ini. Tetapi jangan melanggar kaidah-kaidah organisasi," tuturnya menambahkan.

Lantas bagaimana kelanjutan pengurus DPP KNPI di 2021? Simak selanjutnya di video ini:

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved