Pengacara HRS Jamin Tak Ada Kerumunan di Sidang Offline, Pakar HTN: Ngeri-ngeri Sedap, Benar Nggak?
Habib Rizieq Shihab (HRS) akan menjalani sidang secara langsung atau offline pada hari Jumat (26/3/2021).
TRIBUNPALU.COM - Habib Rizieq Shihab (HRS) akan menjalani sidang secara langsung atau offline pada hari Jumat (26/3/2021).
Majelis Hakim PN Jakarta Timur mengabulkan permohonan HRS untuk menjalani sidang secara offline.
Hal tersebut berdasarkan pertimbangan beberapa kali sidang secara daring kerap terkendala teknis.
"Menimbang bahwa setelah dilakukan sidang daring ternyata ada hambatan di persidangan karena ada gangguan sinyal internet tiba-tiba menurun dan terdakwa merasa tidak dapat berkomunikasi dengan baik di persidangan karena tidak bertatap muka langsung," kata Hakim Suparman Nyompa.
Meski demikian, digelarnya sidang offline harus diikuti jaminan tidak ada kerumunan dari simpatisan HRS.
Baca juga: Kabar Duka, Mantan Mendagri Syarwan Hamid Meninggal Dunia
Baca juga: Beasiswa Bank BRI 2021, Dapat Uang Saku Hingga Fasilitas Laptop
Baca juga: Cerita Greysia Poli saat Tiba di Indonesia: Kita Disambut Melebihi Seorang Juara
Pengacara HRS telah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka menjamin tak akan ada kerumunan selama sidang berlangsung.
Menanggapi hal tersebut, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengatakan jaminan tak ada kerumunan selama sidang agak sedikit berisiko.
"Kalau tidak ada kerumunan, ini yang ngeri-ngeri sedap. Benar nggak nanti tidak akan ada kerumunan," kata Refly Harun dilansir dari chanel YouTube pribadinya, Kamis (25/3/2021).
Menurutnya, sidang berlangsung tanpa adanya kerumunan membutuhkan kerja sama dari beberapa pihak.
Mulai dari pengunjung, media, hingga semua pihak yang hadir di dalam ruang sidang.
"Ini memerlukan kerjasama dari beberapa pihak. Pertama, tentu dari pengunjung. Dari media yang mau meliput karena jumlahnya juga tidak sedikit. Apalagi kalau Habib Rizieq dihadirkan secara langsung offline pasti banyak yang akan mendekat ke Habib Rizieq dan berusaha mendapatkan atau mencari berita dari Habib Rizieq.
"Yang ketiga tentu adalah petugas keamanan, mudah-mudahan nanti petugas keamanan, aparat penegak hukum bisa mengamankan ini, bukan sebaliknya justru memunculkan betrokan. Yang keempat adalah petugas Pengadilan Negeri Jakarta Timur sendiri yang juga harus sigap."
"Yang kelima kita bicara tentang situasi di ruang sidang, mudah-mudahan semua pihak juga menyepakati untuk tidak membuat kericuhan, keributan, dan pelanggaran prokes selama sidang," kata Refly.
Baca juga: Dugaan Diskriminasi Terhadap Tim Indonesia Disebut Berlebihan, Raja Sapta: Mau Bela BWF Ya Bela Aja
Baca juga: Main Imbang Lawan Bali United, Pelatih Persih Bandung Puji Respon Pemainnya Hadapi Ketinggalan Gol
Baca juga: Anies Jadi Presiden Favorit Anak Muda Dinilai Meragukan, Hasil Survei Ternyata Tak Stabil?
Sementara itu kuasa hukum HRS, Alamsyah Hanafiah mengungkapkan kliennya meminta para simpatisan tidak perlu datang ke PN Jakarta Timur.
Imbauan tersebut guna menepati janji kepada majelis hakim bahwa tak ada kerumunan selama sidang berlangsung.
"Kita mengimbau seperti yang disampaikan Habib Rizieq kepada pendukungnya di seluruh Indonesia agar nonton saja dari rumah," kata Alamsyah seperti dilansir dari ANTARA, Kamis (25/3/2021).
Sebagai gantinya, Alamsyah meminta para simpatisan memanjatkan doa untuk HRS.
"Kami hanya mohon doanya, bukan kedatangannya. Kami mohon doa dari rumah masing-masing," kata Alamsyah.(*)