Banjir Sigi
Banjir Desa Beka Sigi Mulai Surut, 1 Alat Berat Bantu Bersihkan Sisa Material dan Lumpur
Banjir Bandang di Desa Beka, Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi mulai surut, namun jalan poros Palu menuju Desa Bangga di penuhi material sisa banjir.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril
TRIBUNPALU.COM, SIGI - Banjir Bandang di Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah mulai surut.
Namun jalan poros Palu menuju Desa Bangga di penuhi material sisa banjir.
Pantauan TribunPalu.com, Sabtu (27/3/2021) satu alat berat dikerahkan untuk membersihkan material yang menutupi jalan.
Sementara arus lalu lintas untuk sementara ditutup untuk umum.
Baca juga: Banjir di Desa Beka Sering Terjadi, Kades: Ini yang Paling Parah
Baca juga: Update Banjir Desa Beka: 250 KK Terdampak, Warga Mengungsi ke Pasar Dolo Kabupaten Sigi
Baca juga: Akibat Arus Pendek Listrik, Caffe Kopi Yor di Kelurahan Tondo Dilalap Si Jago Merah
Baca juga: Kemenag Sulteng: Tidak Ada Alasan Menolak Vaksinasi Covid-19
Untuk pengendara yang menuju ke arah Bangga harus memutar melewati Jl Tadulako Desa Binangga, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi.
Terlihat juga antrian kendaraan untuk melintas melawati Desa Beka sejak pagi pukul 09.00 wita
Material banjir berupa lumpur, batu dan dahan kayu setinggi mata kaki yang menutupi jalan sementara dibersihkan alat berat.
Sebelumnya, banjir bandang menerjang Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Jumat (26/3/2021) malam.

Banjir disertai lumpur tersebut menerjang rumah warga sejak pukul 21.00 hingga pukul 01.00 Wita.
Kepala Desa Beka Moh Fitrah mengatakan 250 kepala keluarga terdampak banjir bandang.
"Untuk data saat ini sebanyak 250 KK dan jumlah kerusakan rumah sementara 70 rumah," ucap Moh Fitrah kepada TribunPalu.com, sabtu (27/3/2021).
Baca juga: 50 Rumah Warga Desa Beka Kabupaten Sigi Diterjang Banjir Bandang Disertai Lumpur
Baca juga: Giat Safari Salat Jumat Polres Poso, Basirun: Menjaga Persatuan di Bumi Sintuwu Maroso
Muhammad Sitra menambahkan, saat ini warga yang mengungsi berada di Pasar Dolo.
"Sebagian mengungsi di Pasar Dolo dan sebagian lagi mengungsi di rumah kerabatnya di Desa Baliase dan Desa Bomba," terangnya. (*)