Saat Api di Kilang Minyak Balongan Mulai Memadam, Suara Ledakan Justru Terdengar
Setelah Rabu (31/3/2021) pagi api mulai memadam, justru terdengar suara ledakan pada pukul 09.30 WIB. Ledakan itu membuat kobaran api makin besar.
Tak hanya itu saja, pada 2019 terjadi insiden tumpahan minyak mentah dari operasi PT Pertamina Hulu Energi.
• Tiga Orang Terpental ke Sawah dari Mobil Bak saat Ledakan Kilang Minyak, Belum Ada Informasi Lanjut
Baca juga: Soal Kebakaran Kilang Pertamina, Pengamat Nilai Ada Pihak Tak Ingin Indonesia Punya Kilang Minyak
Akibat dari tumpahan minyak mentah tersebut, kehidupan perekonomian masyarakat dan ekosistem darat serta perairan sekitar ikut terkena dampak buruknya.
Kemudian menyusul kejadian kebakaran di Kilang Pertamina di Balikpapan pada 15 Agustus 2019.
Leonard menekankan agar Pertamina melakukan langkah mitigasi yang menyeluruh pada resiko kebakaran kilang.
Tak hanya itu, ia juga meminta Pertamina untuk memikirkan dampak bagi perekonomian dan keberlangsungan kehidupan masyarkat sekitar.
Baca juga: Tanggapi Kebakaran Kilang Minyak di Balongan, Greenpeace: Pertamina Harus Lakukan Mitigasi Mendalam
“Berkaca pada kerugian di berbagai kejadian sebelumnya, tentunya kita tidak ingin deretan bencana yang ditimbulkan oleh sektor industri ekstraktif (minyak bumi, batu bara) ini terus berlanjut. Ketergantungan kita terhadap energi ekstraktif harus segera dipangkas," kata Leonard dikutip dari laman Tribunnews.com.
Bauran energi nasional harus memberikan porsi terbesar bagi energi terbaru, seperti surya dan bayu (angin).
Strategi Jangka Panjang Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim (LTS-LCCR) Indonesia harus memberikan arah kebijakan konkrit untuk mewujudkan bauran energi tersebut.
Menurut Leonard, tak hanya pihak Pertamina saja yang memikirkan hal tersebut, tetapi juga pemerintah yang harus lebih berambisi dalam revisi penurunantarget emisi.
(TribunPalu.com/Hakim)