Breaking News:

Eks Jubir FPI Tuding Aksi Terorisme di Makassar dan Mabes Polri Dirancang untuk Rugikan Umat Islam

Mantan juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman buka suara terkait aksi terorisme yang dalam sepekan meresahkan masyarakat.

handover
Mantan juru bicara FPI, Munarman 

TRIBUNPALU.COM - Hanya dalam rentang waktu empat hari Indonesia menghadapi dua aksi terorisme.

Pada hari Minggu (28/3/2021) teroris beraksi di Kota Makassar, Sulsel tepatnya di depan Gereja Katedral Jl Kajaolalido.

Kemudian pada hari Rabu (31/3/2021) perempuan terduga teroris nekat menerobos Mabes Polri di Jakarta dengan membawa diduga senjata.

Mantan juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman buka suara terkait aksi terorisme yang dalam sepekan meresahkan masyarakat Indonesia.

Menurut Munarman, aksi para teroris tersebut justru dirancang untuk merugikan Umat Islam.

Baca juga: Terduga Teroris Ditembak di Mabes Polri, Munarman: Terlalu Murah Harga Nyawa Manusia di Indonesia

Baca juga: Mabes Polri Diserang, Eks Jubir FPI Sebut Teroris Justru Tak Muncul ketika Ajaran Islam Dilecehkan

Baca juga: Partai Demokrat Pimpinan AHY Siap Terima dan Bantu Moeldoko Jika Ingin Maju di Pilkada DKI Jakarta

"Saya kira peristiwa-peristiwa seperti ini, baik itu yang di Makassar beberapa hari lalu, maupun yang sekarang (di Mabes Polri), dari sudut pandang bahwa ini seolah-olah mewakili Islam, saya kira justru dengan adanya peristiwa-peristiwa seperti ini, umat Islam dirugikan."

"Kita lihat komentar-komentar netizen, itu banyak yang justru mencaci maki pada akhirnya," kata Munarman dilansir dari chanel YouTube Refly Harun, Kamis (1/4/2021).

Lebih lanjut Munarman menyebut ada indikasi aksi para teroris dirancang agar seolah-olah merepresentasikan ajaran Islam.

Padahal kata Munarman, ajaran Islam tidak pernah membenarkan aksi terorisme.

Baca juga: Sebelum Nekat Terobos Mabes Polri, Teroris Milenial Sempat Posting Foto di IG, Ada Bendera ISIS

Baca juga: BIN Sebut Teroris Sudah Berencana sejak Januari, Termasuk di Mabes Polri & Makassar: Menunggu Timing

Baca juga: Cuma Gertak Sambal, KKB Papua Kabur Digerebek Satgas Nemangkawi, Sebelumnya Tantang TNI-Polri

Oleh sebab itu mantan Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YBLHI) setuju bila aksi penyerangan di Makassar dan Mabes Polri disebut sebagai terorisme.

Karena para pelaku yang melakukan aksi tersebut bukan bagian dari Islam.

"Jadi menurut saya dari segi framing dan labeling, pada akhirnya aksi-aksi yang seperti ini justru merugikan. Kembali lagi pertanyaan besarnya apakah memang si perancang aksi ini memang merancang untuk tujuan menjatuhkan Islam, bukan dalam konteks kepentinga Islam."

"Jadi ini sudah betul disebut terorisme karena memang dia bukan bagian dari Islam," katanya.(*)

Editor: Muh Ruliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved