Breaking News:

Giat Pembinaan Keagamaan Perempuan, Rektor IAIN : Mereka Sebagai Ujung Tombak Pembangunan Masyarakat

Rektor Institut Agama Islam negeri (IAIN) Sagaf S Pettalongi mengatakan, peran perempuan dalam masyarakat sangat kompleks.

TRIBUNPALU.COM/ALAN
Kegiatan penandatangan program pembinaan keagamaan perempuan oleh rektor IAIN di Kelurahan Layana Indah, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, kamis (1/4/2021) pagi 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Rektor Institut Agama Islam negeri (IAIN) Sagaf S Pettalongi mengatakan, peran perempuan dalam masyarakat sangat kompleks.

Perempuan tidak hanya sebagai pendidik, namun juga memiliki peran sangat vital di Masyarakat.

Sehingga dalam mewujudkan peran perempuan yang kompleks tersebut, IAIN Palu melakukan program pembinaan keagamaan perempuan di Kelurahan Layana Indah, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (1/4/2021) pagi.

"Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman keagamaan dan sosial termasuk juga pendidikan kepada ibu-ibu karena mereka sebagai ujung tombak pembangunan masyarakat dalam penanaman nilai-nilai agama," kata Sagaf S Pettalongi.

Baca juga: Jelang Perayaan Pekan Suci Paskah, Penjagaan di Gereja Katredal Jakarta Diperketat

Baca juga: Kepala BNPB: Pembangunan Huntap Korban Bencana Sulteng Harusnya Sudah Tuntas

Baca juga: Fakta-fakta Terduga Teroris Serang Mabes Polri: Awalnya Pura-pura Tanya Kantor Pos, Berideologi ISIS

Sagaf S Pettalongi menambahkan, dengan adanya program tersebut diharapkan kasus prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur tidak terjadi lagi di Kota Palu.

"Hal-hal yang kecil hingga besar itu ada di tangan ibu-ibu jadi kalau mereka sudah kuat dan komitmen yang bagus Insya Allah bisa mengurangi hal seperti itu," kata Sagaf S Pettalongi.

Ia menyebutkan, undang-undang mengenai kekerasan perempuan sudah baik.

Hanya saja pelaksanaan di lapangan masih belum mencapai hasil yang sempurna.

"Undang-undang nomor 23 terkait KDRT sebenarnya sudah bagus, namun yang belun maksimal ini implementasi dan komitment pelaksanaan undang-undang itu."

Baca juga: Dampak Aksi Teror di Makassar dan Mabes Polri, Sosiolog Untad: Citra Indonesia Rusak di Mata Dunia

Baca juga: Usai Mabes Polri Diserang Teroris, DPR RI Perketat Keamanan

Baca juga: Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Makassar Sempat Kabarkan Kehamilan Istri sebelum Lakukan Aksi

"Karena itu perlu pencerahan dan penyadaran kepada semua komponen masyarakat sehingga semua bisa memahami  apa pelanggaran KDRT," terangnya.

Ia juga berpesan, agama merupakan hal paling penting dalam kehidupan sehingga sangat perlu komitmen yang kuat dalam keberagamaan.

"Agar nilai agama dimiliki setiap orang dengan baik dan akan mengurangi hal-hal yang negatif, sehingga yang muncul hanya yang positif semua dan itu berdampak pada pembangunan segala sektor di Indonesia," jelasnya.(*)

Penulis: Alan Sahrir
Editor: Muh Ruliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved