Breaking News:

Pasar Avo Silae Dua Kali Tutup, Ini Penjelasan Disperindag

Pasar Avo Silae di Jl Sultan Alauddin, Kelurahan Silae, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah sejak dibuka tahun 2016 telah 2 kali ditutup.

TRIBUNPALU.COM/ALAN
Kepala Dinas Perindag Kota Palu Syamsul Saifudin saat pembukaan kembali pasar Avo Silae Jl Sultan Alauddin, Kelurahan Silae, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (5/4/2021) 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pasar Avo Silae di Jl Sultan Alauddin, Kelurahan Silae, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah sejak dibuka tahun 2016 telah dua kali ditutup.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu Syamsul Saifudin mengatakan penutupan pasar Avo Silae hingga dua kali tersebut disebabkan gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 2020.

"Pasar ini sudah lama dibangun, dan ketika saya jadi kepala dinas, saya pantau ini pasar tidak jalan," ucap Syamsul Saifudin, Senin (5/4/2021) pagi.

Syamsul Saifudin menyebutkan setelah gempa bumi dan tsunami, ia sempat membuka kembali pasar namun tidak berangsur lama.

Baca juga: Penceramah dan Imam Masjid Masuk Prioritas Vaksin Covid-19

Baca juga: 3 Petinggi Negara Hadir di Pernikahan Atta-Aurel, Sindiran Farhat Abbas: Terasa HUT RI

Baca juga: AHY Siap Hadapi Gugatan yang akan Diajukan Kubu KLB ke PTUN: Kami Tidak Takut dan Tidak Gentar

Tahun 2020 saat pandemi Covid-19 melanda dunia, Pasar Avo Silae kembali ditutup untuk ke dua kalinya.

"Pasca bencana itu saya coba masukkan pedagang alhamdulillah beberapa bulan jalan, ketika kena Covid-19 mati lagi," ucapnya

Syamsul Saifudin menjelaskan mengapa Pasar Avo Silae hanya dibuka saat hari Senin setiap pekannya.

Hal tersebut menurupakan inisiatif para pedagang sendiri, agar bisa berpindah-pindah saat berjualan tidak hanya di Pasar Avo Silae.

Baca juga: Munarman Dituduh Mau Ledakan Bom, Pengamat: Perlawanannya adalah Perlawanan Konstitusional

Baca juga: Puan Maharani: Tim SAR Harus Lakukan Pencarian Korban Banjir Bandang di NTT

Baca juga: Kemensos Salurkan Bantuan Senilai Rp 1,1 Miliar untuk Korban Banjir di Bima NTT

"Pasar ini diinisiasi hanya dibuka saat hari Senin saja, namun saat bulan puasa nanti saya berharap teman-teman (pedagang) bisa jualan malam," jelasnya.

Ia menyebutkan, ada sedikit masalah ketika pasar akan dibuka pada malam hari, yaitu penerangan jalan menuju pasar masih belum tersedia.

"Cuma kalau malam yang jadi masalah penerangan di jalan itu (saat masuk lorong pasar,red) sudah berapa kali saya minta agar dipasang," terang Syamsul Saifudin (*)

Penulis: Alan Sahrir
Editor: Muh Ruliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved