Breaking News:

Hasil Survei: Pendukung Anies dan AHY Tidak Setuju FPI Dibubarkan, Ganjar dan Risma?

Mayoritas pendukung Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak setuju dengan pembubaran Front Pembela Islam (FPI).

Editor: Muh Ruliansyah
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Massa Front Pembela Islam. 

TRIBUNPALU.COM - Mayoritas pendukung Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak setuju dengan pembubaran Front Pembela Islam (FPI).

Hal tersebut berdasarkan hasil survei Lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

"Yang paling banyak tidak setuju dengan pembubaran FPI datang dari massa pemilih Anies Baswedan yaitu 73 persen," kata Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad, melalui keterangan resminya pada Selasa (6/4/2021).

Selanjutnya, 55 persen massa pendukung Sandiaga Uno juga menolak pembubaran FPI, lalu 41 persen pendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca juga: Lowongan Kerja PT Mayora Indah untuk Lulusan SMK hingga S1, Penempatan Berbagai Daerah

Baca juga: Warga Desa Dampelas Donggala 4 Hari Tak Pulang dari Kebun, Basarnas Kirim Tim Rescue

Baca juga: Hanya karena Uang Rp 12.500, Guru dan Kepsek Nekat Sulut Tangan Siswa dengan Korek hingga Melepuh

Sebaliknya, kecenderungan terkuat untuk mendukung pembubaran FPI adalah massa pendukung Tri Rismaharini yakni 86 persen, dan Ganjar Pranowo sebesar 80 persen. Keduanya merupakan elit politik di lingkaran Presiden Jokowi.

Survei juga memperlihatkan bahwa warga yang bertempat tinggal di Jakarta mendukung Partai Amamat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga cenderung menolak pembubaran FPI.

Remaja Petamburan copot atribut FPI di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2020)
Remaja Petamburan copot atribut FPI di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2020) (Istimewa)

Sebanyak 76 persen pendukung PAN menolak pembubaran organisasi yang bermarkas di Petambura, Jakarta Pusat, itu.

Kemudian, 68 persen merupakan pendukung PKS, 66 persen pendukung PPP, 55 persen pendukung Demokrat, dan 52 persen pendukung Gerindra.

Sementara, kecenderungan terkuat untuk mendukung pembubaran FPI datang dari warga yang memilih PDI Perjuangan yakni 88 persen, NasDem sebesar 72 persen, dan PKB sebanyak 70 persen.

Kemudian, warga DKI yang menolak pembubaran FPI sebesar 66 persen, 53 persen merupakan warga Banten, 48 persen masyarakat Sumatera, 45 persen warga Jawa Barat, dan 23 persen warga Jawa Tengah serta DI Yogyakarta.

Sementara, yang paling kuat mendukung pembubaran FPI adalah warga Jawa Timur yakni mencapai 78 persen.

Baca juga: 2 Polisi Tersangka Penembakan Laskar FPI Tidak Ditahan, Ini Penyebabnya

Baca juga: Nasib Penyintas Triobencana Sulteng di Terminal Mamboro Palu: Dijanjikan Huntap Sejak April 2020

Baca juga: Jokowi dan Prabowo Ditunjuk sebagai Saksi Nikah Atta-Aurel, Haris Azhar: Semoga Nggak Ada Perceraian

“Ini menunjukkan yang tidak setuju dengan langkah pemerintah membubarkan FPI tahun lalu dapat diidentifikasi berdasarkan klaster tertentu,” ujar Saidiman.

Adapun secara keseluruhan, 59 persen masyarakat menyatakan setuju dengan pembubaran FPI, sementara yang tidak setuju 35 persen.

Untuk diketahui, survei berskala nasional ini digelar pada 28 Februari sampai 5 Maret 2021. Survei melibatkan 1.064 responden yang dipilih secara acak. Margin of error survei diperkirakan 3,07 persen.

Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul Fakta Baru Pembubaran FPI, Survei SRMC Sebut Pendukung AHY dan Anies Baswedan Tak Setuju, Jokowi?

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved