Fakta-fakta Penembakan 2 Guru oleh KKB Papua: Kronologi Lengkap hingga 3 Sekolah Juga Dibakar
Berikut fakta-fakta penembakan dua guru oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Musthofa Kamal menjelaskan kronologi lengkap penembakan KKB terhadap Yonatan Raden.
Kamal menerangkan, pada Jumat sekitar pukul 16.45 WIT, korban bersama saksi JS menggunakan sepeda motor berboncengan menuju Kampung Ongolan dengan maksud mengambil terpal guna membungkus jenazah Oktovianus Rayo yang berada di Puskesmas Beoga.
Baca juga: KKB Papua Pimpinan Sabinus Waker Tembak Mati Guru SD, Bakar Tiga Sekolah dan Rumah Guru
Sesampainya di ujung bandara, KKB melakukan penembakan sebanyak 2 kali namun keduanya menancap gas menuju Kampung Ongolan.
Tak lama kemudian bunyi tembakan dari arah belakang Koramil.
Selanjutnya personel gabungan melakukan tembakan balasan ke arah belakang Koramil.
Pukul 18.30 WIT, korban ditemukan meninggal dunia di depan rumah JS di Kampung Ongolan.
Personel gabungan kemudian mengevakuasi korban menuju Puskesmas Beoga guna mendapat penanganan medis.
Lalu, pada pukul 19.10 WIT, aparat keamanan melakukan penyisiran dan menemukan saksi di kali ujung bandara dalam keadaan selamat.
2. Jenazah Dua Guru Dievakuasi

Jenazah Oktovianus Rayo dan Yonatan Renden yang menjadi korban penembakan secara berutal oleh KKB pimpinan Sabinus Waker telah dievakuasi aparat gabungan dari Distrik Beoga, Kabupaten Puncak ke Mimika, Sabtu (10/4/2021).
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menyebutkan proses evakuasi dua jenazah korban penembakan KKB tersebut berjalan lancar.
"Alhamdulillah evakuasi berjalan lancar, kedua jenazah di evakuasi menggunakan pesawat SAS PK FSE dari Distrik Beoga ke Bandara Mozes Kilangin Timika," katanya.
Mathius menyebutkan lapangan terbang Beoga yang sebelumnya dikuasai oleh KKB pimpinan Sabinus Waker telah diambil alih oleh aparat gabungan.
"Anggota gabungan TNI-Polri saat ini sudah menguasai bandara yang sebelum diduduki oleh kelomppok itu," ujarnya.
Baca juga: Anggota KKB Papua Diduga Tembak Guru SD di Kampung Julukoma, Korban Tewas dengan 2 Luka Tembak
Mathius menyebut situasi di Distrik Beoga sudah mulai kondusif dan anggota gabungan telah melakukan pengejaran terhadap kelompok pimpinan Sabinus Waker.