Sidang Habib Rizieq Shihab

Bima Arya jadi Trending di Twitter, Pendukung HRS Ingatkan Soal Sakaratul Maut dan Hari Perhitungan

Wali Kota Bogor Bima Arya menjadi trending topic di Twitter setelah dirinya hadir sebagai saksi di sidang lanjutan Habib Rizieq Shihab (HRS).

KOMPAS.com/TSARINA MAHARANI
Wali Kota Bogor Bima Arya 

TRIBUNPALU.COM - Wali Kota Bogor Bima Arya menjadi trending topic di Twitter setelah dirinya hadir sebagai saksi di sidang lanjutan Habib Rizieq Shihab (HRS).

Dalam persidangan yang digelar di PN Jakarta Timur, Rabu (14/4/2021) Bima dicecar HRS dengan sejumlah pertanyaan.

Seusai sidang, Bima Arya kembali menegaskan bahwa motifnya mempidanakan Habib Rizieq Shihab adalah upayanya dalam rangka melindungi warga Bogor dari penularan covid-19.

"Semua yang saya lakukan hanya untuk melindungi warga yang saya cintai. Kalau saja RS Ummi koperatif sejak awal, tidak ada yang disembunyikan, sidang ini tidak pernah ada," tulis Bima Arya.

Meski demikian penjelasan tersebut tidak bisa diterima saja oleh para pendukung Habib Rizieq Shihab.

Ratusan warganet pun memberikan respon atas unggahan dari Bima Arya tersebut.

Mulai dari mengungkit ketidakadilan kenapa dugaan pelanggaran protokol kesehatan lain tidak dipermasalahkan.

"Emang ada aturan warga berKTP luar yg sedang sakit gak boleh berobat di rumah sakit setempat? Lagi pula masalah kerahasiaan pasien adalah wewenang dokter dan rumah sakit. Gak usah mengada-ada lah. Kita masih sama² di Indonesia loh bung!! Ente paham gak sih?" tulis warganet bernama akun Wira Sakti

Selain itu, banyak warganet pendukung HRS mengingatkan Bima Arya soal  kematian lantaran Bima Arya dituding berusaha mencari-cari kesalahan Habib Rizieq saat mantan pentolan Front Pembela Islam itu dirawat di Rumah Sakit Ummi, Bogor.

"Ingat pak, mati itu ga hrs tua, jangan pernah harap dapat syafaat dari Rasulullah, karena cucunya sudah kau dzalimi, dan jangan harap bisa berakhir husnul khotimah jika kau tidak mohon maaf pada IBHRS dan tobat nasuha. Saya yakin semua wargamu yang muslim juga berdoa seperti ini," tulis warganet bernama Ariny Renny.

"Siap siap sakratul maut anda pak. Bernafsu sekali memenjarakan seorang ulama Hanif .. kasihan keluarga anda, anak anak anda akan termakan mubahalah ulama," tulis @GibraltarNc

"Anda duduk di kursi dgn sumpah Al Quran. Apa yg ada ucapkan akan ada pertanggung jwb di yaumul hisab. Tidak gampang lolos dr hisab. Apalagi  menyakiti ulama keturunan Rosul. Apa gini cara melindungi warga?" tulis Ima Wasali. 

"Boleh jadi pengadilan Dunia anda lolos Pak, tapi ingat pengadilan Alloh tidak akan pernah berdusta, dan pengadilan Alloh lah yang paling adil, Pengadilan Alloh yang paling dekat akan anda rasakan saat ini Pak Bima Arya adalah Sakaratul Maut Pak," tulis Muhammad Irham.

Komentar Pakar Hukum Tata Negara

Pakar Hukum Tata Negara (HTN) Refly Harun mengomentari soal Wali Kota Bogor melaporkan kasus swab test Habib Rizieq Shihab (HRS) ke polisi.

Refly Harun dalam video di kanal YouTube pribadinya ikut mempertanyakan pendekatan Bima Arya dalam kasus tersebut.

Dirinya menyoroti keputusan Bima Arya karena dianggap terlalu cepat melaporkan ke polisi.

Padahal menurut Refly, kasus swab test HRS di RS Ummi Bogor bisa diselesaikan dengan cara lain.

"Apakah begitu cara pendekatan pemimpin kepada orang-orang atau kepada rakyatnya atau kepada siapa pun ? Ada masalah sedikit lapor polisi," kata Refly.

"Padahal kita tahu bahwa banyak hal untuk menyelesaikan masalah, katakanlah Habib Rizieq adalah tamu Wali Kota Bima Arya di Bogor. Sebagai tamu paling tidak ada pendekatan persuasif. Jadi tidak langsung main lapor-lapor saja," tambahnya.

Lebih lanjut Refly Harun mengatakan Bima Arya pasti memahami adanya konteks politik dalam kasus HRS.

Namun dirinya menyebut bisa jadi pula Bima Arya termasuk dalam bagian konteks politik tersebut.

"Kendati misalnya katakanlah itu keputusan bersama dengan Satgas Covid atau diminta atau disarankan Kapolres, kan juga harus paham bahwa ada konteks politik yang menurut saya Bima Arya juga harus tau dan pasti tau," tuturnya.

"Tapi kalau dia bagian dari konteks politik itu ya kita nggak paham jadinya memang," tambahnya.(*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Akun Twitter Bima Arya Digeruduk Pendukung HRS, Dingatkan Soal Kematian dan Pengadilan Akhirat

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved