Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Kejati Sulteng Kembali Amankan Satu Tersangka Korupsi Jembatan Torate Donggala

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali mengamanan tersangka yang diduga terlibat kasus korupsi jembatan Torate CS.

TribunPalu.com/Ketut_Suta
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jacob Hendrik Pattipeilohy didampingi Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Mochmad Jefry menjelaskan tentang korupsi jembatan Torate, Donggala. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali mengamanan tersangka yang diduga terlibat kasus korupsi jembatan Torate CS di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jacob Hendrik Pattipeilohy didampingi Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Mochmad Jefry mengungkapkan, saat ini pihaknya telah menahan satu tersangka lainya terkait kasus tersebut.

Tersangka (RL) dilakukan penahanan oleh penyidik tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulteng Jumat (16/4/2021).

Tersangka tiba di Kantor Kejaksaan pukul 09.30 Wita, untuk menjalani proses administrasi.

Baca juga: Bayi Baru Lahir di Palu Bisa Langsung Miliki Akta Kelahiran, KIA dan KK Baru

Baca juga: Ramai Pedagang Takjil, Kawasan Pasar Tua Kerap Macet Jelang Buka Puasa

Baca juga: Jual Miras di Bulan Ramadan, Anak Tiri di Banggai Lapor Ayahnya ke Polisi

Baca juga: Lolos Berkas Pascasarjana Belum Tentu Diterima Untad, Perhatikan Langkah Selanjutnya

"Setelah menjalani proses administrasi, tersangka digiring menuju rumah tahanan Polda Sulteng," ujar Kajati Sulteng, Jacob Hendrik Pattipeilohy saat konfersi pers, Jumat (16/4/2021).

"Kedudukan tersangka dalam kasus itu sebagai KPA ataupun Kasatker dalam rangkaian pembuatan jembatan Torate," tambahnya.

Ia menerangkan, Saat ini dilakukan penahanan terhadap (RL) dalam kapasitas pengadilan dan untuk tersangka akan dikenakan pasal sesuai dengan perundang-undangan merugikan uang Negara kurang lebih Rp 2,8 Miliar.

"Untuk 20 hari kedepan akan dilakukan penahanan guna proses penyidikan mendalam untuk diproses ke tahap penuntutan," tutupnya. (*)

Penulis: Ketut Suta
Editor: Kristina Natalia
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved