Breaking News:

Parimo Hari Ini

Tiba-tiba Diterjang Angin Kencang dan Ombak saat Melaut, 2 Nelayan Desa Tilung Tomini Hilang

Dua nelayan Desa Tilung Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, dilaporkan hilang akibat ombak besar dan angin kencang.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Persiapan tim rescue dari Pos SAR Parigi sebelum melakukan pencarian dua nelayan hilang di Tomini. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PARIGI - Dua nelayan Desa Tilung Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, dilaporkan hilang akibat ombak besar dan angin kencang.

Kedua korban bernama Burhan (50 thn) dan Zainudin (28 thn) hilang sejak kamis (15/4/2021) malam di perairan Bolano Lambunu, Desa Tilung, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parimo.

Hingga saat ini keduanya belum ditemukan.

Kepala Basarnas Kota Palu Andrias Hendrik Johannes membenarkan adanya laporan masuk mengenai dua nelayan hilang saat pergi melaut disebabkan ombak besar dan angin kencang.

"Informasi tersebut dilaporkan oleh Bapak Muhammad Nasir dengan kronologi kejadian pada Kamis pukul 11.00 wita di Desa Tilung, Kecamatan Tomini," ucapnya.

Baca juga: WASPADA Pencurian di Masjid! Tas Milik Warga di Palu Digondol Maling saat Ditinggal Salat

Baca juga: Relawan Satu Komando di Morut Deklarasikan Komitmen Pemungutan Suara Ulang Sukses Tanpa Kecurangan

Baca juga: Perawat Dianiaya Keluarga Pasien, Ketua PPNI Kota Palu : Proses Hukum Harus Terus Berjalan

Ia menjelaskan kronologi hilangnya dua nelayan tersebut berawal saat kedua korban bersama dua teman lainnya Senti (40) dan Jufri (21) pergi memancing di perairan Bolano Lambunu, Desa Tilung, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parimo.

Sedang asik memancing di tengah laut, keempat nelayan tersebut diterjang ombang besar.

Namun karena jarak kedua perahu yang cukup jauh, Senti (40) dan Jufri (21) tidak melihat keberadaan kedua korban dan melaporkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pencarian.

Baca juga: Rintangan Warga Desa Kalumbatan Menuju Mesjid, Jalan Kayu Lapuk dan Berlubang Ancam Keselamatan

Baca juga: Kronologi Siswa SMA Ditembak Mati Oleh KKB Papua,Korban Sempat Diminta Seseorang untuk Belikan Rokok

Baca juga: Praktik Joki SBMPTN di Untad Terbongkar, Calon Mahasiswa Rela Setor Mahar Rp 300 Juta

"Keduanya keluar melaut dengan menggunakan dua perahu dan masing-masing perahu terdiri dari dua orang dan saat posisi mereka berada di pertengahan laut, tiba-tiba angin kencang dan perahu mereka dihantam ombak," terangnya.

"Adapun jarak kedua perahu saat itu berada pada posisi agak berjauhan dikarenakan cuaca yang buruk Senti dan jufri tidak lagi melihat perahu yang ditumpangi kedua rekannya," tambahnya

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Basarnas Palu Andrias Hendrik Johannes langsung menggerakkan satu tim rescue dari Pos SAR Parigi ke lokasi kejadian.

"Satu tim rescue telah diberangkatkan subuh tadi dengan menggunakan D'Max rescue truck dan satu unit rubber boat beserta peralatan pendukung lainnya," bebernya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved