Kepuasan Terhadap Kinerja Wapres Rendah, Setwapres: Padahal Setiap Hari Agenda Banyak
Muncul hasil survei menunjukan rendahnya kepuasan masyarakat terhadap kinerja Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
TRIBUNPALU.COM - Muncul hasil survei menunjukan rendahnya kepuasan masyarakat terhadap kinerja Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
Terbaru, hasil survei tersebut dirilis Indonesia Political Opinion (IPO).
Menanggapi hasil survei tersebut, Kepala Kantor Sekretariat Wapres, M Oemar menyebutkan bahwa hasil survei terhadap Wapres Ma'ruf Amin tidak komprehensif.
Menurut dia, hasil survei tersebut hanya melihat dari satu sisi saja.
Padahal, seharusnya untuk melihat sesuatu harus dari berbagai sisi, termasuk kinerja Wapres Ma'ruf.
Baca juga: Buntut Beli Cilegon United, Raffi Ahmad Bakal Diseret ke Jalur Hukum, Kepala Dispora: Sangat Kecewa
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Lansia di Palu Masih 60 Persen
Baca juga: BPOM Gencar Periksa Jajanan Buka Puasa di Pasar Ramadan Luwuk Banggai, Ini Hasilnya
"Kinerja Wapres cuma dilihat dari pernyataan parsial dan beberapa acara yang muncul di media, padahal setiap hari agenda Wapres itu luar bisa banyaknya untuk ukuran Wapres di tengah pandemi Covid-19 ini," kata M Oemar, dilansir dari Kompas.id, Senin (19/4/2021).
"Saya yang sehari-hari mendampingi beliau merasakan hari-hari Wapres yang padat," ujar Oemar.
Oemar memastikan bahwa Wapres Ma'ruf memiliki kesibukan yang luar biasa dalam menjalankan tugas-tugasnya.
Menurut dia, Ma'ruf Amin tak hanya berfokus pada pengembangan ekonomi dan keuangan syariah semata yang menjadi tanggung jawabnya sejak awal.
Salah satu upaya yang dilakukan lainnya adalah mendorong pengembangan kawasan industri syariah di berbagai provinsi.
Hal itu pun membuat jumlah kawasan provinsi dengan industri syariah semakin banyak.
"Di bidang kesehatan, Wapres Ma'ruf juga mengurusi pencegahan stunting atau anak dengan masa pertumbuhan tinggi badan yang rendah akibat kekurangan gizi," kata dia.
Tak hanya itu, saat ini Wapres Ma'ruf juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) dan Ketua Tim Pengarah Birokrasi dan Reformasi Nasional sebagai bentuk perhatiannya di bidang reformasi birokrasi.
Oemar mengatakan, Ma'ruf Amin telah berani menahan berbagai desakan untuk pemekaran wilayah otonomi baru.
Jika hal itu tidak dilakukan Wapres, kata dia, maka dipastikan sudah banyak daerah pemekaran baru terbentuk di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/wapres-maruf-amin-2.jpg)