Breaking News:

Sebut Tak Ada Sejarahnya Vaksin Hentikan Pandemi, Siti Fadilah: Seharusnya Obat yang Dikejar

Dalam video di kanal Youtube Karni Ilyas Club, Siti Fadilah menyebut tak ada dalam catatan sejarah vaksin bisa hentikan pandemi.

Tribunnews.com/Herudin
Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. 

TRIBUNPALU.COM - Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah buka suara terkait program vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Dalam video di kanal Youtube Karni Ilyas Club, Siti Fadilah menyebut tak ada dalam catatan sejarah vaksin bisa hentikan pandemi.

“Kita perlu enggak sih vaksin? Sebetulnya dalam sejarah tidak ada yang mengatakan bahwa pandemi itu bisa dihentikan dengan vaksin,” kata Siti Fadilah.

Lebih lanjut, Siti Fadilah mengatakan seharusnya untuk menghentikan pandemi diperlukan obat.

Maka bukan vaksin, tetapi obat yang lebih diperlukan di masa pandemi seperti saat ini.

Baca juga: Nekat Ikuti Liga Super Eropa, MU, Real Madrid, Barcelona, dan Chelsea Terancam Sanksi Berat FIFA

Baca juga: Saat Shalat, Apakah Makmum Harus Ikut Baca Al-Fatihah Setelah Imam Membacanya? Ini Penjelasannya

Baca juga: 6 Hal yang Bisa Membatalkan Puasa Ramadhan, Lengkap dengan Penjelasannya, Muntah hingga soal Niat

“Jadi kalau pandemi, itu ya biasanya belum ada obatnya. Nah, seharusnya obat itulah yang dikejar, bukan vaksin,” katanya.

Menurut Siti Fadilah, saat ini virus corona penyebab pandemi masih terus bermutasi.

Sehingga keputusan membuat vaksin dianggapnya kurang tepat karena virus corona itu sendiri masih belum stabil.

“Karena vaksin itu bisa dibuat kalau virusnya sudah stabil, kalau masih mutasi, mutasi, mutasi, mestinya vaksin jangan dibuat dulu, karena vaksin itu berasal dari virus, sumber utama itu dari virus,” tuturnya.

Adanya program vaksinasi saat ini diakui Siti Fadilah membuat dirinya kaget.

Baca juga: Hanya Selisih 8 Poin, Begini Skenario Juara Man United dan Man City, Laga Pekan 35 jadi Penentu

Baca juga: Ratusan Orang Mudik Lebih Awal di Pelabuhan Pantoloan Palu

Baca juga: Jasa Raharja Sulteng Serahkan Santunan Rp 5,9 Miliar: Mobilitas Warga Terbatas, Kecelakaan Menurun

Ia mengingat kembali ketika Indonesia pernah menghadapi pandemi flu burung dan flu babi.

Saat itu Siti Fadilah yang menjabat Menteri Kesehatan mengklaim bisa menghentikan penyebaran flu burung dan flu babi tanpa vaksin.

“Jadi sebetulnya saya juga kaget, saya mengalami waktu itu pandemi flu burung, kami tidak butuh vaksin. Flu babi, Indonesia juga tidak butuh vaksin, dan bisa berhenti, dan bisa kembali lagi normal,” tuturnya.

“Maksud pemerintah adalah untuk menghentikan pandemi, karena menurut, entah dasarnya apa mungkin dari luar atau dari WHO atau dari mana, mengatakan kalau ada herd immunity atau 70 persen dari suatu populasi ini divaksin, maka pandemi akan berakhir,” tambahnya.(*)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Muh Ruliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved