Breaking News:

Ungkap Data Lonjakan Covid-19, Dokter Reisa Nilai Keputusan Larangan Mudik Tepat

Dokter Reisa menganggap jika larangan mudik yang dibuat oleh pemerintah merupakan langkah tepat.

Tangkapan Layar BNPB
ILUSTRASI - Juru bicara pemerintah untuk Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro menilai aturan larangan mudik yang dibuat pemerintah sudah tepat. 

TRIBUNPALU.COM - Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro menganggap pelarangan mudik kali ini sudah tepat.

Ia mengingatkan terdapat 4 kali lonjakan masyarakat positif Covid-19 saat libur panjang.

Saat libur panjang, mobilitas masyarakat dibenarkannya meningkat tajam.

Bahkan peningkatan kasus Covid-19 di tahun lalu mencapai 90 persen.

Kemudian untuk kasus meninggal akibat Covid-19 juga meningkat menjadi 65 persen.

Pada libur panjang 20 hingga 23 Agustus 2020, kasus meningkat 119 persen dan meninggal mencapai 57 persen.

Baca juga: Pemerintah Larang Mudik Lebaran, Menag: Tak Akan Kehilangan Pahala Sedikit Pun

Baca juga: Mudik Lebih Awal lewat Jalur Laut: 250 Orang Berangkat dari Palu Via Pelabuhan Pantoloan

Libur panjang lain yakni 28 Oktober hingga 1 November tahun lalu juga memiliki peningkatan kasus positif sebanyak 95 persen dan 75 persen untuk kasus meninggal mingguan.

Jumlah kasus terbanyak juga dialami akibat libur di akhir tahun 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021

Lonjakan kasus luar mencapai 78%, dan angka kematian 46%.

"Bisa dilihat polanya, kita diberikan pelajaran yang pahit. Kita harus berhati-hati apalagi prihatin banyak dirawat dan dikarantina. Oleh sebab itu, pembatasan ke luar kota pun diberlakukan," katanya lewat live streaming Radio Kesehatan, Senin (19/4/2021).

Halaman
1234
Penulis: Rahman Hakim
Editor: Ananda Putri Octaviani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved