KRI Nanggala-402 Belum Ditemukan, Mantan KKM: Kapal Ini Dibeli dalam Keadaan Perfect

Mantan Kepala Kamar Mesin (KKM) KRI Nanggala-402 Frans Wuwung mengatakan, kapal tersebut dibeli dari Jerman dalam keadaan yang sangat baik.

Kapal KRI Nanggala-402 dikabarkan hilang kontak di selat Bali pada Rabu, 21 April 2021. Hingga saat ini masih dilakukan pencarian oleh pihak terkait, diduga kapal berada di dalam palung. 

Dalam kesempatan yang sama, Frans juga menceritakan kejadian blackout yang pernah dialaminya.

Frans mengatakan kekuatan yang ada di dalam kapal selam berasal dari baterai yang memiliki arus Direct Current (DC).

Sementara itu peralatan yang ada di dalamnya harus berarus Alternating Current (AC).

Saat pengoperasian kapal tersebut, terdapat konverter yang membuat saklarnya jatuh, sehingga tidak ada tenaga untuk menggerakkan peralatan itu.

Baca juga: Detik-detik Menanti Update KRI Nanggala-40, Diperkirakan Batas Oksigen Hanya Sampai Pukul 03.00 WIB

Baca juga: Siapa Itu Lettu Imam Adi? Personel KRI Nanggala-402 Sempat Dihadang Anak Sebelum Berangkat

Ia menjelaskan konverter dalam kapal selam berguna untuk mengubah arus DC ke AC.

"Power yang digunakan DC, perlatan di dalamnya AC. Sehingga ada konverter yang jatuh saklarnya, jadi tenaga untuk menggerakkan peralatan itu blackout," ujarnya dalam siaran langsung program Sapa Indonesia Akhir Pekan Kompas TV.

Namun, Frans menegaskan pada saat kejadian itu seluruh anak buah kapal diminta untuk mencari saklar tersebut.

"Setiap awak kapal dibekali senter, dan semua harus mencari keberadaan saklar yang jatuh itu," sambungnya.

Ia bersyukur, saklar yang jatuh bisa ditemukan dalam beberapa waktu kemudian.

Hal ini lantaran anak buah kapal diwajibkan mengetahui segala fungsi dan letak peralatan-peralatan yang berada di dalam kapal.

Baca juga: KRI Rigel-933 Diharapkan Bisa Bantu Temukan Kapal Selam KRI Nanggala 402, Ini Kecanggihannya

Baca juga: 72 Jam Berlalu KRI Nanggala-402 Belum Ditemukan, Begini Strategi Pencarian Terbaru

"Langsung ketemu. Karena semua anak buah kapal harus tahu dan hafal semua fungsi alat-alat di dalam kapal," kata Frans kepada pemirsa.

Usai saklar ditemukan oleh awak kapal, maka dapat hidup kembali.

Namun tak hanya itu saja, Frans juga pernah mengalami gangguan saat pengisian baterai.

Dikatakannya baterai diisi saat berada di kedalaman 12 hingga 14 meter di bawah laut.

Diesel generator yang berada di dalam kapal hanya akan berjalan ketika tersedianya udara dan bahan bakar yang cukup.

Halaman
123
Sumber: Kompas TV
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved