Banggai Hari Ini
Festival Sastra Banggai (FSB) Kembali Digelar: Temu yang Memaknai Arti Jarak
Festival Sastra Banggai (FSB) kembali digelar di tahun 2021 dengan mengusung tema besar pertemuan: Musim-musim yang Memberi Tanda.
Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri
TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Festival Sastra Banggai (FSB) kembali digelar di tahun 2021 dengan mengusung tema besar pertemuan.
Tema di event kelima ini dikomposisikan dengan kerangka hubungan kelompok sosial yang berimbas pada struktur interaksi kebudayaan secara menyeluruh, terutama saat dunia dihantam Pandemi Covid-19.
Tema ini adalah upaya menyalakan api, membuka kembali jalan untuk bangkitnya dunia kreatif.
Tidak hanya dalam festival sastra, melainkan juga musik, dan dunia pertunjukan lainnya.
Temu saat pandemi adalah pemaknaan baru terhadap aktivitas tatap muka di masa sebelumnya.
“Manusia belajar mengenali manusia lain dari sepasang mata yang mengambang di atas masker. Pemaknaan baru ini adalah upaya memahami banyak perubahan atas cara berinteraksi selama pandemic,” ujar Reza Nufa, pemred penerbitan Basabasi sekaligus kuratir FSB, Jumat (30/4/2021) siang.
Baca juga: Sulawesi Tengah Miliki 12 Desa Mandiri, Berikut Lokasinya
Baca juga: KKB Dilabli Teroris Dinilai Sebagai Kebijakan Terburuk Jokowi atas Papua
Baca juga: Simpatisan Padati Pintu Gedung Pelantikan Bupati Morut dan Touna, Kerumunan Tak Terhindarkan
“Nantinya pelaksanaan FSB akan memakai format virtual dan tatap muka. Kami percaya di antara keterbatasan, manusia akan mampu menyelinap mencari cara untuk bertemu dan terhubung,” tambah Fatwa Djalal, produser FSB.
Untuk itulah, Babasal Mombasa mengambil tema Tembung: Temu yang Memaknai Jarak.
“Kami berharap pertemuan-pertemuan di Festival Sastra Banggai 2021, menjadi ruang bertemu yang benar-benar membuat kita memaknai keterhubungan,” Fatwa.Dalam pelaksanaannya nanti, FSB 2021 melibatkan penulis-penulis, juga unsur seni dan budaya lokal, dan membuka ruang seluas-luasnya bagi kreativitas kawan-kawan seniman di Kabupaten Banggai.
Festival Sastra Banggai juga meluaskan lingkup kolaborasi; tetap terhubung dengan Makassar International Writers Festival (MIWF), yang tahun ini dilaksanakan full virtual.
MIWF sendiri mengusung tema ANTHROPAUSE, sebuah istilah baru yang lahir di masa pandemi.
Keterhubungan ini, memungkinkan FSB “membawa” penulis-penulis dari MIWF hadir di perayaan langkah kelima.
“Upaya mengakrabkan iklim menulis yang nantinya membentuk ekosistem literasi yang baik, juga terus dilaksanakan,” tuturnya.
Baca juga: Kagum Amien Rais Bikin Partai, Wasekjen Demokrat: Jenderal Malah Pilih Jalan Begal
Baca juga: Heran Munarman Ditangkap, Fadli Zon: Dulu Dia Dekat dengan Polisi dan Pak Tito
Terbaru, FSB berkolaborasi dengan Generasi Emas Indonesia, membuat program Akademi Sastra Banggai (ASB).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/fsb-yang-digelar-tahun-2019-silam.jpg)