Breaking News:

Idulfitri 2021 di Sulteng

Baznas Sulteng Prioritaskan Fakir Miskin Jadi Penerima Zakat 2021

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebut jumlah fakir miskin meningkat pasca bencana 2018 dan saat pandemi Covid-19.

Tribun Jakarta
Ilustrasi Zakat Fitrah 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebut jumlah fakir miskin meningkat pasca bencana 2018 dan saat pandemi Covid-19.

Karena itu, Baznas Sulteng akan fokus menyalurkan dana zakat kepada fakir miskin. 

"Pada tahun 2020 zakat banyak tersalurkan kepada golongan fisabilillah, di masjid-masjid. Tahun ini kami hentikan dulu dan fokus ke fakir miskin," ujar Ketua Baznas Sulteng Prof Dahlia Syuaib, Selasa (3/5/2021) siang.

Dikemukakan Prof Dahlia, di tengah wabah covid-19 sebaiknya masyarakat terdampar bencana dan pandemi menjadi prioritas penyaluran zakat.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk membayar zakat kepada lembaga resmi agar penyalurannya dapat terintegrasi. 

"Sejak masa Rasulullah zakat dikelola oleh lembaga karena daya gunanya jelas dan jangka panjang, dibanding yang dikelola secara perorangan. Seperti di Baznas ada audit syariah dan publik, jadi pertanggungjawabannya jelas," ungkap Prof Dahlia. 

Baca juga: Rakor Forkopimda Parimo Bahas Larangan Mudik, Sekda: Pengamanan Harus Profesional

Baca juga: Aparat Gabungan Pasang Portal di Perbatasan Banggai dan Tojo Unauna - Morowali Utara

Baca juga: Ancaman Wali Kota Hadianto untuk ASN yang Nekat Mudik: Turunkan Pangkat

Diketahui, aturan nisab atau besaran zakat penghasilan bagi wajib zakat untuk Ramadan 2021 telah ditetapkan Baznas. 

Dibuatnya standar nisab atau batas harta wajib zakat penghasilan atau pendapatan tahun 2021 ini diharapkan membuat masyarakat tak lagi bingung saat hendak membayar zakat penghasilan.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Baznas Arifin Purwakananta. 

Arifin menjelaskan, besaran nisab zakat penghasilan dilakukan berdasarkan hitungan harga rata-rata tiga bulan terakhir emas Antam, yakni sebesar Rp 938.000 per gram.

Sesuai dengan ketentuan syariat, besaran nisab zakat penghasilan adalah sebesar 85 gram emas per tahun.

Jadi, karena harga yang fluktuatif, Baznas mematok besaran nisab pada 2021 sebesar Rp 79.738.414 per tahun atau setara Rp 6.644.868 per bulan.

"Jadi kalau orang sudah punya dana sekitar Rp 79 juta ke atas dalam setahun sudah wajib berzakat 2,5 persen," ujar Arifin, dikutip Jumat (30/4/2021). (*) 

Editor: Haqir Muhakir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved