Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Polsek Toili Ciduk Penyelundup Elpiji 3 Kg, Pertamina Pastikan Pangkalan Tak Terlibat

Pertamina mengapresiasi kinerja kepolisian menggagalkan penyelundupan gas elpiji 3 Kg di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Penulis: Asnawi Zikri
Editor: mahyuddin
TribunPalu.com/Muhakir Tamrin
Ilustrasi 

TRIBUNPALU.COM - Pertamina mengapresiasi kinerja kepolisian menggagalkan penyelundupan gas elpiji 3 Kg di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Senior Supervisor Communication & Relation Pertamina Regional Sulawesi Taufiq Kurniawan mengatakan, pihaknya telah memeriksa kasus itu dan memastikan pelaku bukanlah pangkalan elpiji.

“Kami menyayangkan adanya oknum masyarakat yang memperjualbelikan gas elpiji 3 Kg tidak sesuai harga eceran tertinggi atau harga standar,” kata Taufiq via WhatsApp, Kamis (6/5/2021).

Dia menyebutkan, pihaknya tidak segan-segan mencabut izin pengkalan yang terbukti memainkan harga atau terlibat dalam penyelundupan.

“Dalam kasus di Banggai kami tidak menemukan keterlibatan pangkalan. Peristiwan itu adalah permainan dari sopir mobil itu,” jelas Taufiq.

Dia menambahkan, kelangkaan tabung gas elpiji di daerah biasanya dipengaruhi beberapa faktor.

“Misal jalur terputus karena bencana alam atau ada kondisi emergensi lain. Di luar itu berarti ada oknum yang bermain,” ucap Taufiq.

Sebelumnya, Kepolisian Sektor (Polsek) Toili menyita 42 tabung gas elpiji 3 Kg dari sopir berinisial BR (46).

Elpiji bersubsidi itu diduga diperoleh dari pengkalan di Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, dan rencanannya akan dijual ke wilayah Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Kapolsek Toili AKP Candra menjelaskan, sopir asal Desa Tanakuraya, Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara itu terjaring razia rutin di depan Mapolsek Toili, Jalan Trans Sulawesi Toili.

Saat polisi memeriksa mobil pick up berpelat DN 8043 UA, ditemukan gas elpiji 3 kilogram sebanyak 42 tabung.

Muatan itu tertutup papan dan terpal untuk mengelabui petugas.

“Sopir itu mengaku membeli dari pangkalan di Toili dengan harga di atas HET yaitu Rp 30 ribu hingga 35 ribu per tabung, dan akan dijual kembali di wilayah Morowali Utara dengan harga Rp 40 ribu per tabung,” jelas AKP Candra.

Pelaku juga mengelabui petugas dengan melepas segel tabung gas berwarna merah supaya terlihat seperti tabung kosong.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved