Breaking News:

Virus Corona di Sulteng

Pasien Covid-19 Palu Didominasi Perempuan

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Palu, Sulawesi Tengah, banyak dialami kaum perempuan. 

Penulis: fandy ahmat
Editor: mahyuddin
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
ILUSTRASI - Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Palu, Sulawesi Tengah, banyak dialami kaum perempuan

Koordinator Surveilance Gugus Tugas Covid-19 Kota Palu Rochmat Jasin menyebutkan, angka terkonfirmasi Covid-19 pada perempuan mencapai 50,6 persen per tanggal 4 Mei 2021.

"Data terakhir pada 4 Mei 2021, berdasarkan jenis kelamin, kasus terkonfirmasi positif banyak terjadi pada perempuan, yakni sebanyak 1.638 orang dari total 3.233 kasus," kata Rochmat, Minggu (9/5/2021). 

Kasus Covid-19 di Kota Palu terus meningkat dengan penambahan kasus harian. 

Per tanggal 8 Mei 2021, tercatat ada 5 kasus baru Covid-19 dengan total kasus Covid-19 mencapai 3.263 orang. 

Baca juga: Kedatangan WNA China di Indonesia Tuai Kontroversi, Kemenkumham: Mereka Penuhi Aturan Keimigrasian

Baca juga: Maret-Mei 2021, Birobuli Utara Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Palu

Kasus di Palu bertolak belakang dari beberapa hasil penelitian. 

Para ahli mengatakan, perempuan cenderung memiliki sistem kekebalan lebih kuat daripada laki-laki. 

Hasil ini terungkap dari penelitian yang diterbitkan ke dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America (PNAS).

Dari studi tersebut, ditemukan perempuan memiliki risiko tertular virus korona lebih kecil dibandingkan laki-laki. 

Sebab, perempuan lebih cenderung memandang covid-19 sebagai masalah kesehatan serius, serta lebih mengikuti anjuran atau pedoman kesehatan. 

Angka kematian perempuan akibat virus korona juga lebih sedikit dibandingkan pria. 

Setidaknya data itu muncul dari peneliti internasional di Bocconi University, Italia dan Harvard Business School, Amerika Serikat. (*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved