Apa Itu Kolesterol? Istilah yang Melekat pada Usia Lanjut
Istilah kolesterol seakan tidak asing lagi di telinga masyarakat. Namun hingga saat ini kolestrol selalu dikaitkan dengan orang yang telah berumur.
Apa Itu Kolesterol? Istilah yang Melekat pada Usia Lanjut
TRIBUNPALU.COM - Istilah kolesterol seakan tidak asing lagi di telinga masyarakat.
Namun hingga saat ini kolestrol selalu dikaitkan dengan orang yang telah berumur.
Oleh karena itu tak sedikit juga yang mengabaikan kolesterol pada tubuhnya.
Lalu apa itu kolesterol?
Dikutip dari video kanal YouTube Neuron yang menjelaskan tentang kolesterol yang sangat identik dengan orang yang sudah berusia lanjut.
Kolesterol seringkali dibicarakan sebagai sesuatu yang buruk, sehingga banyak sekali orang yang berkomentar jika kita sedang makan sesuatu.
Hingga berkomentar tentang bahayanya akibat kolesterol.
Baca juga: Energi Listrik: Apa Itu Listrik Statis dan Listrik Dinamis? Ini Pengertian, Perbedaan, dan Contohnya
Baca juga: Mengenal Lebih Dekat, Apa Itu Pancasila? Berikut Pengertian, Kedudukan dan Fungsinya
Lantas apa sebenarnya kolesterol itu?
Zat yang ditemukan di seluruh tubuh sebenarnya berperan penting terhadap hormon dan vitamin.
Seperti membutuhkan kolesterol untuk menghasilkan vitamin D dari sinar matahari.
Namun, jika kolesterol terkumpul terlalu banyak akan berbahaya bagi kesehatan kita.
Bagaimana caranya kolesterol bisa terlalu banyak di dalam tubuh kita?
Kolesterol bisa dihasilkan sendiri oleh tubuh dan dapat ditemukan pada makanan seperti kuning telur, keju, dan lain sebagainya.
Ternyata kolesterol terbagi menjadi dua tipe yang dibawa oleh protein yang berbeda.
Dua kolesterol tersebut, antara lain:
Lipoprotein yaitu HDL atau High Density Lipoprotein yang sering disebut juga dengan kolesterol baik.
Serta LDL atau Low Density Lipoprotein yang disebut dengan kolesterol jahat.
HDL disebut baik karena lipoprotein tersebut membawa kolesterol ke liver (hati) untuk dibuang dari tubuh.
Baca juga: Apa Itu Meteor? Benda Langit yang Sempat Terfoto Jatuh di Gunung Merapi
Baca juga: Apa Itu Vegetarian dan Vegan? Intip Perbedaan dan Jenis Nutrisi yang Tetap Dikonsumsi
Lantas kenapa kalau terlalu banyak menjadi tidak baik?
Di saat terlalu banyak jumlahnya yang berkeliaran di darah kolesterol dapat menempel ke zat lain dan membentuk suatu plak atau lempengan.
Plak tersebut sangat berbahaya karena zat lain yang berkeliaran akan terus menempel dan jadi semakin besar.
Saat plak ini menempel ke dinding arteri sebagai contohnya, terutama arteri yang penting seperti koroner maupun arteri di otak sehingga aliran darah akan terganggu.
Begitu juga dengan oksigen yang menuju ke organ-organ vital seperti jantung dan juga otak.
Lalu apa yang akan dialami jika alami kolesterol yang berlebihan?
Dari dada akan timbulnya serangan jantung hingga stroke.
Ternyata kolesterol yang berlebihan bukan hanya melalui makanan saja, namun bisa dipengaruhi karena kurangnya berolahraga, merokok, dan berbagai kebiasaan lainnya.
Baca juga: Apa Itu Simbiosis? Berikut Pengertian hingga Macam-macamnya, Mutualisme hingga Parasitisme
Baca juga: Kenali Apa Itu Autotomi, Kemampuan Cicak untuk Melindungi Diri dari Pemangsa
Lantas bagaimana cara untuk menghindarinya?
Caranya adalah dengan berolahraga, mengatur pola makan dengan memakan buah dan sayur, serta mengurangi makanan berlemak.
Jangan lupa untuk mengurangi rokok jika merokok.
Akan lebih baik jika rutin lakukan pemeriksaan lipid profile dengan cara pemeriksaan darah di laboratorium rumah sakit.
Berikut angka patokan yang bisa digunakan saat lakukan pemeriksaan darah.
LDL : <100 MG/DL
HDL :
- 40 MG/DL (Borderline)
- 40 - 60 MG/DL (Normal)
- >60 MG/DL (Optimal)
Total Kolesterol : <200 MG/DL
(TribunPalu/Nuri Dwi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/kolesterol-tinggi.jpg)