Breaking News:

Banggai Hari Ini

Berikut Deretan Masalah di Damkar Banggai, Petugas Tanpa Honor hingga Peralatan Tak Layak Pakai

DPRD Banggai berinisiatif menggelar rapat kerja dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Banggai.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/ASNAWI ZIKRI
Sejumlah petugas menunjukkan perlatan Damkar yang tidak layak pakai di kantor DPRD Banggai, Rabu (2/6/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI — Komisi 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banggai berinisiatif menggelar rapat kerja dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Banggai, Rabu (2/6/2021) siang.

Rapat tersebut untuk menindaklanjuti sejumlah peristiwa kebakaran yang terjadi belakangan ini di wilayah Kabupaten Banggai.

Pasalnya, kinerja petugas Damkar menjadi sorotan publik karena dianggap tidak mampu memadamkan api dengan cepat.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi 2 DPRD Banggai Sukri Djalumang tersebut, Kepala Satpol PP dan Damkar Banggai, Suwitno Abusama mengaku, harus ada peningkatan sumber daya, baik personel maupun sarana dan prasarana.

“Kami dari Damkar membawa semua peralatan ke DPRD agar teman-teman DPRD juga melihat sarana dan prasarana kami yang sudah tidak layak pakai,” ungkap Suwitno.

Baca juga: Wali Kota Hadianto Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid di Jl Jalur Gaza

Baca juga: Viral Pidato 4 Menit Jenderal TNI Andika Perkasa: Sampai Saya Terima Laporan, Awas!

Baca juga: Update Harga Barang Kebutuhan Pokok di Kota Palu Per 2 Juni 2021

Dari sisi sumber daya manusia, hanya sebagian kecil personel telah menjalani pendidikan dan pelatihan.

“Sisanya hanya modal nyali saja untuk padamkan api tanpa peralatan yang memadai, karena baju anti api yang Damkar punya hanya satu, itupun sudah kusam atau rusak,” bebernya.

Selain itu, ada puluhan personel Damkar Banggai yang bekerja tanpa honor.

“Ada 15 orang tanpa honor. Yang diberikan honor sebesar Rp 1,8 juta per bulan hanya 64 personel yang terdaftar saja,” paparnya.

Suwitno berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai bisa mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan 2021 atau APBD 2022 untuk pengadaan armada maupun peralatan Damkar.

Baca juga: Tak Punya Pasangan karena Perceraian, Bapak Nekat Nodai Anak Kandung untuk Lampiaskan Nafsu Bejat

Baca juga: Siswi SMP Tewas Akibat Radang Otak Diduga Kecanduan Game Online, Sempat Tak Kenali Dirinya Sendiri

Di akhir rapat kerja itu, Ketua Komisi 2 DPRD Banggai, Sukri Djalumang menyampikan kesimpulan bahwa DPRD Banggai merekomendasikan kepada Bupati Banggai agar segera menambah fasilitas armada dan peralatan Damkar, serta kesejahteraan personel pada beban APBD Perubahan 2021 atau ABPD 2022 sesuai kemampuan keuangan daerah.

Amatan TribunPalu.com, personel Damkar Banggai mendatangkan armada dan peralatan yang sudah tidak layak pakai ke kantor DPRD Banggai.

Peralatan yang dibawa berupa baju tahan panas yang sudah rusak, tabung oksigen untuk masuk ke ruangan berasap, kran cabang, nozel Z dan sprei, dan slang yang sudah banyak bocor.

Menurut petugas Damkar, semua peralatan itu selalu digunakan dalam setiap peristiwa kebakaran di wilayah Kabupaten Banggai, sehingga proses pemadaman api tidak berjalan secara maksimal. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved