Breaking News:

Palu Hari Ini

Polisi Tangkap Pengedar Uang Palsu di Palu, Ini Komentar Dosen Hukum Untad

Pakar Hukum Pidana Universitas Tadulako (Untad) Harun Nyak Itam Abu mengomentari kasus penyebaran dan pencetak uang palsu di Kota Palu.

TRIBUNPALU.COM/FANDY
Dosen Fakultas Hukum Universitas Tadulako Harun Nyak Itam Abu 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pakar Hukum Pidana Universitas Tadulako (Untad) Harun Nyak Itam Abu mengomentari kasus penyebaran dan pencetak uang palsu di Kota Palu.

Dimana sebelumnya, Kepolisian Resor (Polres) Palu berhasil meringkus satu pelaku pemalsuan uang, Sabtu (5/6/2021) lalu.

Dosen Hukum di Universitas Tadulako (Untad) itu mengatakan, sangat mengapresiasi kinerja dari aparat Kepolisian di Kota Palu.

Selain itu ia juga mengatakan, agar pelaku pengedaran uang palsu itu dapat ditindak sesuai hukum berlaku.

"Tentunya pelaku harus diproses sesuai dengan Pasal 26 ayat (1) UU No.7/2011 tentang Pemalsu Rupiah, dan pasal 245 KUHP tentang mengedarkan Uang Palsu," ujar Dosen Hukum Untad Harun Nyak Itam Abu kepada wartawan tribunpalu.com via telepon, Selasa (8/6/2021) sore. 

Baca juga: Update Corona Sulteng: Terjadi Lonjakan Kasus di Parigi Moutong, 32 Kasus Positif & 40 Kesembuhan

Baca juga: Mengenal Musik Teku Teku Posintomu Nu Eo Ante Vula Suku Kaili Palu

Baca juga: Kemenag Palu Minta Media Laporkan Pegawai Nongkrong di Warkop saat Jam Kerja

Kemudian ia juga berharap, agar aparat Kepolisian dapat segera melakukan tindakan cepat atas beredarnya uang palsu di tengah masyarakat.

"Dalam kasus ini apalagi uangnya (uang palsu, red) sudah beredar, kan kasian masyarakat yang tidak tahu," ujarnya.

"Jadi aparat kepolisian khususnya di Kota Palu, bisa segera mengumumkan kepada masyarakat untuk waspada dengan uang palsu," tambahnya.

Selain itu ia juga mengimbau, agar masyarakat segera melaporkan kepada aparat, jika menemukan uang palsu.

"Yang terpenting juga, polisi harus sosialisasi kepada masyarakat luas bahwa telah ditangkap satu pelaku pemalsuan uang," kata Harun.

"Agar masyarakat bisa lebih berhati-hati, jangan sampai masyarakat menerima uang itu," tutup Harun Nyak Itam Abu.(*)

Penulis: Ketut Suta
Editor: Haqir Muhakir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved